Hidayatullah.com—Setelah beberapa pekan tanpa kasus infeksi Covid-19 baru, Beijing mencatat puluhan kasus baru beberapa hari terakhir yang semuanya berkaitan dengan sebuah pasar induk bahan makanan, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kemunculan kembali penyakit tersebut.
Ibu kota China itu berupaya menghentikan penyebaran penyakit termasuk dengan meningkatkan tes Covid-19 di kalangan warganya. Hari Ahad malam (14/6/2020) pemerintah Beijing memerintahkan semua perusahaan mengawasi masa karantina 14 hari bagi para pekerjanya yang telah mengunjungi pasar Xinfadi atau kontak dengan orang yang mengunjungi pasar itu.
Sebuah jaringan restoran penjual makanan tradisional mie Beijing menutup beberapa gerai setelah dua karyawannya dites positif Covid-19, lansir Reuters.
Di kota itu nyaris tidak ada laporan tentang infeksi baru selama dua bulan terakhir sampai akhirnya pada 12 Juni ada laporan sebuah kasus baru. Sejak itu, total kasus meroket menjadi 51, termasuk 8 kasus yang dilaporkan pada hari Ahad pagi.
Menurut otoritas kesehatan kota itu, pelacakan kontak menunjukkan mereka yang terinfeksi semuanya bekerja atau pernah mengunjungi pasar Xinfadi, yang konon merupakan pasar makanan terbesar se-Asia, atau kontak dengan orang yang pernah berada di pasar tersebut.
Wabah di Beijing ini sudah menyebar ke wilayah tetangga Provinsi Liaoning, di mana otoritas kesehatan setempat mengatakan ada dua kasus yang terkonfirmasi pada hari Ahad dan keduanya pernah kontak dengan orang-orang yang terjangkit coronavirus di Beijing tersebut.
Sedikitnya 10 kota di China, termasuk Harbin dan Dalian, mengimbau warganya agar tidak melakukan perjalanan ke ibu kota untuk sementara waktu atau melapor ke pihak berwenang apabila mereka baru saja melakukan perjalanan ke Beijing.
Yang Peng, seorang pakar epidemiologi yang bekerja untuk pemerintah China, hari Ahad mengatakan bahwa hasil pemeriksaan awal terhadap DNA virus menunjukkan bibit penyakit yang menyebar di pasar itu kemungkinan berasal dari Eropa.
“Hasil pemeriksaan awal kami menunjukkan virus itu datang dari luar negeri. Kami belum dapat memastikan bagaimana virus itu sampai di sana. Mungkin virus itu berada di daging atau seafood yang terkontaminasi, atau menyebar dari tinja orang yang berada di dalam pasar,” kata Yang Peng, seperti dilansir Reuters dari media pemerintah China.
Pihak berwenang mengatakan siapa saja yang pernah berkunjung atau kontak dengan orang yang pernah berada di pasar Xinfadi sejak 30 Mei akan diharuskan melapor ke tempat kerja atau lingkungan tempat tinggalnya dan menjalani tes Covid-19, lapor Beijing Daily hari Ahad.*