Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Kesehatan Zimbabwe Terdakwa Korupsi Coronavirus

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Juni 2020 09:08 9:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Juni 2020 08:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Kesehatan Obadiah Moyo diberikan pembebasan dari tahanan dengan uang jaminan setelah dihadirkan di pengadilan terkait kasus korupsi berkaitan dengan coronavirus.

Moyo (gambar) ditangkap hari Jumat (19/6/2020) setelah pemerintah mendapat tekanan kuat dari oposisi dan warganet berkaitan dengan pengadaan alat dan perlengkapan tes Covid-19.

Dia menghadapi dakwaaan berkaitan kontrak $20 juta yang diberikan kepada sebuah perusahaan yang terdaftar di Hungaria, yang diduga tanpa melalui proses semestinya.

Pemerintah belum memberikan komentar terkait masalah ini.

Moyo merupakan menteri kedua dalam kabinet Presiden Emmerson Mnangagwa yang menghadapi dakwaan korupsi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia tiba di pengadilan dengan menggunakan mobil mewah miliki negara ditemani para pembantunya, lapor koresponden BBC di Harare, Shingai Nyoka, hari Sabtu.

Dalam persidangan, dia didakwa dengan sejumlah tindak pidana dan diperintahkan untuk menyerahkan paspornya. Dia dijadwalkan akan dihadirkan lagi di persidangan pada akhir Juli.

Menurut media lokal, pihak kejaksaan awalnya menolak melepaskan Moyo dari tahanan, tetapi kemudian setuju apabila dia menyerahkan sejumlah uang jaminan.

Kontrak dengan Drax Consult, perusahaan yang baru berusia dua bulan, diduga diberikan tanpa diketahui pihak berwenang registrasi procurement Zimbabwe.

Oposisi juga mempermasalahkan pembayaran sekitar $2 juta kepada Drax Consult. Pembayaran itu ditandai sebagai “mencurigakan” oleh otoritas di Hungaria pada bulan Maret.

Pekan lalu pengusaha Delish Nguwaya, yang diyakini sebagai perwakilan Drax Consult di Zimbabwe, ditangkap berkaitan dengan kasus itu.

Dua orang lainnya juga ikut ditangkap.

Rakyat mulai mempertanyakan tentang masalah ini ketika mereka curiga bagaimana seorang pengusaha kontroversial, yang gagal mengikuti tender beberapa bulan sebelumnya, berhasil mendirikan sebuah perusahaan baru dan memperoleh kontrak bernilai jutaan dolar untuk menyuplai obat-obatan dan peralatan medis dengan harga yang digelembungkan secara fantastis.

Pemerintah sejak itu membatalkan kontrak dengan Drax, lapor koran plat merah Herald.

Zimbabwe sejauh ini mengkonfirmasi lebih dari 500 kasus infeksi coronavirus dengan 4 kematian, tetapi angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.

Sejak Emmerson Mnangagwa naik ke puncak kekuasaan, Zimbabwe mengalami lonjakan korupsi yang dilakukan pejabat tinggi, tetapi kebanyakan kasusnya berakhir pada pembebasan terdakwa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19KorupsiprocurementZimbabwe
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dewan Keamanan Spanyol Meremehkan Risiko Covid-19 di Awal Wabah Merebak
Tulisan selanjutnya Ibu Kota India Batalkan Cuti Semua Staf Rumah Sakit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?