Hidayatullah.com—Polisi di Prancis mengevakuasi sekitar 1.500 migran, kebanyakan dari kawasan Tanduk Afrika dan Afghanistan, dari kamp darurat di pinggiran Paris sebelah timur laut.
Ribuan migran itu selama ini tinggal di tenda-tenda di pinggir kanal.
Mereka diberikan masker penutup wajah ketika dinaikkan ke bus-bus yang mengantarkan mereka ke berbagai tempat seperti aula olahraga, hotel dan tempat-tempat penampungan lain, lansir BBC Rabu (29/7/2020).
Pihak berwenang mengatakan kondisi di kamp pinggir kali itu berisiko menjadi tempat penyebaran coronavirus.
Seorang pekerja bantuan kemanusiaan mengatakan para migran kelelahan, sebagian bahkan ada yang dipindahkan dari kamp-kamp sebanyak sepuluh kali.
Seorang migran dari Somalia mengatakan kepada AFP bahwa situasinya sulit dimengerti, sebab para migran ditempatkan di berbagai penginapan selama tiga bulan tetapi kemudian mereka kembali menggelandang tinggal di pinggir jalan.*