Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kerap Menghina Agama Lain dan Klaim Kristiani Kebal Coronavirus, Pastor Kanada Dibui di Myanmar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2020 16:40 4:40 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Agustus 2020 16:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan di Myanmar hari Kamis (6/8/2020) menghukum seorang pastor gereja Evangelis tiga bulan penjara setelah menyatakannya bersalah melanggar peraturan yang ditujukan untuk meredam penyebaran Covid-19.

Pastor kelahiran Myanmar David Lah didakwa melanggar peraturan dengan menggelar pertemuan keagamaan yang melibatkan banyak orang di kota Yangon pada 7 April.

Pengacara Lah, Aung Kyi Win, mengatakan pengadilan menyatakan kliennya bersalah melanggar salah satu pasal dalam UU Manajemen Bencana Alam karena tidak mengindahkan pedoman tentang penyelenggaraan acara yang melibatkan banyak orang semasa pandemi.

Kolega Lah di Myanmar, Wai Tun, mendapatkan hukuman yang sama.

Lah yang berbasis di Toronto, Kanada, bulan lalu menyatakan dirinya tidak bersalah, tetapi dia belum memberikan komentar ke publik tentang dakwaan yang ditujukan kepadanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekitar 50 pendukung Lah hadir di pengadilan hari Kamis untuk memberikan dukungan kepadanya, lapor Associated Press. Mereka yang berdiri di pintu masuk gedung pengadilan mengembangan payung-payung mereka untuk menghalau media agar tidak memotret sosok junjungannya tersebut.

Lah pertama kali muncul di pengadilan pada bulan Mei setelah dikeluarkan dari karantina usai dirawat di rumah sakit karena dia tertular Covid-19. Lebih dari 20 pengikutnya juga dikabarkan dites positif coronavirus.

Selain menggelar kebaktian-kebaktian massal, Lah menyulut kemarahan publik yang geram dengan pernyataan-pernyataan dalam sejumlah rekaman video ceramahnya yang diunggah ke internet. Salah satu video menunjukkan Lah mengklaim bahwa umat Kristiani kebal dari coronavirus sehingga tidak akan terjangkit Covid-19.

“Saya bisa jamin jika gereja Anda melalui jalan yang benar, dan ada Kristus sepenuhnya dalam hati Anda, maka Anda tidak akan terkena penyakit itu,” kata Lah.

Rekaman video lain membuat warga mayoritas umat Buddha di Myanmar marah sebab pendeta itu menyamakan ajaran-ajaran biarawan Buddhis yang menjadikan orang “berdosa”.

Pastor itu juga dikecam karena membuat pernyataan yang melecehkan tentang Islam di video lain. 

Komunitas LGBTQ juga tidak luput dari komentar buruknya.

Kecaman terhadap Lah meluas ke komunitas Kristiani, yang mencakup sekitar 6 persen dari populasi Myanmar, setelah beredar foto di internet yang menampakkan pertemuan antara Henry Van Thio, wakil presiden kedua Myanmar yang beragama Kristen, dengan Lah pada awal Februari.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronavirusDavid Lahevangeliskristenmyanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bahrain Gagalkan Dua Kali Upaya Penyelundupan Bahan Peledak dari Iran
Tulisan selanjutnya Sudah 19 Juta Orang Terinfeksi Virus Corona di Seluruh Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?