Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Minta Interpol Tangkap Mohammad Dahlan

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2020 19:30 7:30 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 25 Agustus 2020 19:09
Bagikan
Israel membatalkan pemungutan suara
Dahlan nampak akrab dengan mantan Menteri Pertahanan Israel, Shaoul Mofaz
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Turki meminta Organisasi Polisi Kriminal Internasional (INTERPOL) untuk menangkap mantan pemimpin Fatah Mohammad Dahlan karena menjalankan jaringan spionase di Turki, TRT melaporkan seperti yang dikutip Middle East Monitor (25/08/2020). Dahlan adalah penasihat keamanan untuk Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed Bin Zayed, yang mengumumkan normalisasi hubungan dengan Israel pada pekan lalu.

Menurut TRT, Jaksa Penuntut Umum Turki menambahkan Dahlan ke daftar penjahat paling dicari di Turki dan mengumumkan hadiah senilai sepuluh juta Lira Turki ($ 385.000) untuk penangkapannya. Kantor berita Turki itu melaporkan, menurut Jaksa Penuntut Umum Turki, bahwa saksi yang disebut “Bowraz” mengatakan bahwa dua orang Emirat, Samir Samih Shaaban, dan Zakif Yusuf Hassan, memata-matai orang Mesir dan Palestina di Turki untuk Dahlan.

Turki menuduh Dahlan terlibat dalam upaya kudeta yang gagal pada Juli 2016. Pada November 2019, Ankara mengeluarkan red notice Interpol untuk Dahlan setelah memperoleh bukti terkait keterlibatannya dalam masalah yang memengaruhi keamanan nasional Turki.

Dekat AS dan Israel

Nama lengkapnya adalah Mohammad Yusuf Dahlan. Ia lahir 29 September 1961 di Kamp Pengungsi Khan Yunis, Jalur Gaza yang juga dikenal nama kunya Abu Fadi. Lahir dari keluarga pengungsi dari Hamama (sekarang di Israel), anak bungsu dari enam bersaudara ini dulunya sebagai seorang politisi sekuler Palestina, mantan pemimpin dari Gerakan Fatah di Jalur Gaza.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Siapa Mohammad Dahlan, yang Diburu Turki dengan Imbalan 4 Juta Lira? (2)

Dia melarikan diri dari Ramallah pada 2010, setelah dituduh oleh partainya sendiri melakukan korupsi.  Dahlan juga sempat dituduh melakukan kampanye kotor terhadap Menteri Urusan Sipil PA Hussein Sheikh pada September 2012, ia juga dituduh terlibat dalam skandal seks dengan seorang karyawan wanita di departemennya.

Reputasinya rusak dalam ‘Skandal Karni 1997’ ketika terungkap bahwa Dahlan mengalihkan 40% pajak yang dipungut di Karni Crossing (diperkirakan satu juta Shekel sebulan) ke rekening bank pribadinya. Dahlan dihukum in absentia oleh pengadilan Palestina pada tanggal 15 Desember 2016 karena mencuri  16 juta Dolar AS dan dijatuhi hukuman penjara tiga tahun

Dahlan telah tinggal di Uni Emirat Arab (UEA) dan menjadi sangat dekat dengan putra mahkota Abu Dhabi, Mohammad bin Zayed. Laporan BuzzFeed News, beberapa tentara Amerika yang paling terlatih yang disewa oleh Pangeran Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammad bin Zayed telah bekerja pada misi tentara bayaran untuk membunuh para pemimpin terkemuka serta politisi di Timur Tengah.

Menurut laporan, Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Mohammad bin Zayed (MBZ), mempekerjakan perusahaan tentara bayaran Spear Operations Group yang berbasis di Delaware untuk membunuh para pemimpin Yaman, termasuk ulama, politisi, dan tokoh agama.

Ia tinggal di pengasingan di Abu Dhabi, di mana ia “bekerja erat” dengan keluarga Al Nahyan yang berkuasa, yang digambarkan sebagai “Palestina favorit UEA” dan juga bersekutu dengan Presiden Mesir yang bertangan besi, Abdal Fattah al-Sisi.  Meskipun Dahlan mulai mengumpulkan kekayaan di Gaza sebelum pengasingannya pada tahun 2006, kekayaannya di UEA tumbuh dengan subur.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DahlanisraelPenghianat PalestinaUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WHO: Belum Ada Bukti Kuat Terapi Plasma Konvalesen Manjur untuk Covid-19
Tulisan selanjutnya Hamas Mendesak Para Pemimpin Dunia untuk Menekan ‘Israel’ atas Blokade & Serangan ke Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?