Hidayatullah.com–Para peretas menggalakkan usaha mereka untuk merontokkan website bisnis dan kampanye Donald Trump menjelang pilpres Amerika Serikat yang akan digelar pada bulan November.
Menurut email yang dilihat Reuters, asesmen keamanan tersebut siperdiapkan oleh staf di perusahaan keamanan siber asal AS Cloudflare, yang disewa Donald Trump untuk membantu pertahanan berbagai website kampanye pilpresnya.
“Seiring dengan semakin dekatnya pemilu, serangan semakin bertambah baik dalam jumlah maupun kecanggihannya,” dan berhasil mengacaukan akses ke website-website yang menjadi targetnya untuk jangka waktu pendek antara 15 Maret dan 6 Juni, bunyi hasil asesmen itu seperti dikutip Reuters Selasa (1/9/2020).
Claoudflare tidak menjawab langsung pertanyaan soal email tersebut atau isinya. Perusahaan itu mengatakan memberikan layanan keamanan siber untuk kedua kandidat presiden AD dan menolak memberikan penjelasan lebih lanjut tentang pekerjaannya tersebut, lapor Reuters.
“Kami melihat peningkatan dalam serangan siber yang menarget kandidat-kandidat politik. Kami akan melanjutkan pekerjaan guna memastikan serangan-serangan ini tidak mengganggu pemilu yang bebas dan adil,” kata Cloudflare dalam sebuah pernyataan ketika ditanya soal email tersebut.
Kubu Trump dan Joe Biden sama-sama menolak untuk memberikan komentar perihal kerja samanya dengan Cloudflare tersebut.*