Hidayatullah.com–Hong Kong hari Selasa (1/9/2020) memulai tes massal Covid-19, program yang dikhawatirkan sejumlah kalangan –termasuk Amerika Serikat– merupakan upaya terselubung China untuk memgumpulkan data DNA warganya di Hong Kong yang sejak tahun lalu diguncang oleh aksi demonstrasi pro-demokrasi dan penolakan kebijakan tangan besi Beijing, lansir The Guardian.
Program ini bersifat sukarela, bagi warga yang berminat melakukan tes tidak dikenakan biaya alias gratis.
Pemerintah Hong Kong mengambil kebijakan itu sebab, seperti di kebanyakan negara di dunia, jumlah infeksi baru Covid-19 terus bertambah.
Program ini dimunculkan setelah Beijing memaksakan penerapan undang-undang keamanan baru di Hong Kong, yang memungkin orang-orang yang bersuara kritis terhadap pemerintah Hong Kong dan Beijing diciduk aparat dengan alasan mengancam keamanan.Oleh karena itu, kalangan aktivis dan organisasi tenaga kesehatan pro-demokrasi mengajak warga untuk memboikotnya.*