Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negosiasi Perdamaian Afghanistan yang Ditunggu-tunggu Akan Dihelat di Qatar

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 11 September 2020 19:53 7:53 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 11 September 2020 19:53
Bagikan
[Ilustrasi] Pertemuan Taliban Afghanistan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pembicaraan yang telah lama ditunggu antara pemerintah Afghanistan dan Taliban akan berlangsung di ibu kota Qatar, Doha mulai Sabtu (12/09/2020). Kementerian luar negeri Qatar membuat pengumuman pada hari Kamis (10/09/2020) karena rintangan terakhir berupa pembebasan enam tahanan Taliban tampaknya telah diselesaikan.

“Negara Qatar dengan senang hati mengumumkan bahwa negosiasi perdamaian Afghanistan akan dimulai di Doha pada Sabtu 12 September 2020,” kata kementerian itu dalam pernyataannya, dilansir oleh Al Jazeera. “Negosiasi langsung yang sangat penting antara pihak-pihak yang berbeda di Afghanistan merupakan langkah maju dalam membawa perdamaian abadi ke Afghanistan.”

Taliban, saat mengkonfirmasikan pembicaraan tersebut, mengatakan dialog itu “bermaksud untuk memajukan proses negosiasi dengan cara yang tepat dan membawa perdamaian yang komprehensif dan sistem Islam murni dalam kerangka nilai-nilai Islam kami dan kepentingan nasional yang lebih tinggi”.

Gencatan senjata permanen diharapkan menjadi agenda utama serta penyelesaian politik untuk mengakhiri konflik selama bertahun-tahun di negara tersebut. Pembicaraan intra-Afghanistan dijadwalkan berlangsung pada Maret tetapi berulang kali ditunda karena perjanjian pertukaran tahanan yang dibuat sebagai bagian dari kesepakatan Amerika Serikat-Taliban yang ditandatangani pada Februari.

Dalam perjanjian tersebut, Taliban telah setuju untuk membebaskan 1.000 tentara Afghanistan, sementara pemerintah mengatakan akan membebaskan 5.000 tahanan Taliban.  Prancis dan Australia berkeberatan untuk membebaskan enam tahanan Taliban yang terlibat dalam pembunuhan warga negara mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sumber-sumber Taliban dan pemerintah Afghanistan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kompromi dicapai dengan mengirim enam tahanan ke Qatar di mana mereka akan tetap ditahan. “Enam saudara kami (tahanan Taliban) tiba di Qatar beberapa saat yang lalu dalam keadaan sehat,” kata juru bicara Taliban Naeem Wardak dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Sebagai bagian dari perjanjian Februari, AS akan menarik pasukannya dari Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan dari Taliban. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan melakukan perjalanan ke Doha untuk mengambil bagian dalam pembicaraan damai.

Pompeo menyambut baik dimulainya perundingan, dengan mengatakan itu akan menandai “kesempatan bersejarah bagi Afghanistan untuk mengakhiri empat dekade perang dan pertumpahan darah”. Pemerintah Afghanistan mendukung sistem politik saat ini, sementara Taliban ingin menerapkan kembali hukum Islam sebagai sistem pemerintahan negara.

Taliban akan dipimpin oleh Mawlavi Abdul Hakim, ketua hakim kelompok bersenjata dan pembantu dekat ketua kelompok itu Haibatullah Akhunzada. Tim perunding pemerintah Afghanistan, termasuk Abdullah Abdullah, ketua Dewan Rekonsiliasi Nasional yang ditugaskan untuk mengadakan pembicaraan dengan kelompok bersenjata itu, berencana terbang ke Doha pada hari Jum’at (11/09/2020). Tim itu juga termasuk aktivis hak perempuan.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistangencatan senjataTalibantentara AS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Covid-19: Austria Perluas Keharusan Mengenakan Masker
Tulisan selanjutnya Titian, Langkah, dan Petunjuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?