Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uang €50.000 untuk Korban Kejahatan Seksual Pendeta Katolik di Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 September 2020 14:41 2:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 September 2020 14:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Konferensi Uskup Katolik Jerman mengumumkan rencana untuk memberikan uang kompensasi kepada para korban kejahatan seksual para pendeta. Jumlahnya jauh di bawah harapan para korban.

Sebuah pernyataan dari Konferensi Uskup Katolik Jerman hari Kamis (24/9/2020) mengungkap rencana pemberian kompensasi hingga €50.000 untuk masing-masing korban. Kompensasi yang akan dilakukan sekali bayar (sekaligus) kepada masing-masing korban itu akan diputuskan oleh sebuah tim independen pembuat keputusan, demikian diumumkan di kota Fulda oleh Georg Bätzing, ketua Konferensi Uskup.

Korban juga akan dapat meminta biaya untuk terapi individul maupun pasangan dapat ditanggung oleh gereja.

Model skema kompensasi ini akan berlaku mulai awal tahun 2021. Sampai sekarang, korban kebejatan nafsu pendeta masing-masing menerima uang kompensasi rata-rata hanya €5.000.

Bätzing menegaskan kerangka kerja yang seragam dijamin akan diterapkan di semua 27 keuskupan dan bahwa semua solusi yang diketahui memuaskan di tahun-tahun sebelumnya tetap akan dilanjutkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Badan independen yang akan memutuskan validitas klaim akan terdiri dari para profesional dari bidang kedokteran, hukum, psikologi dan pedagogi, dan tidak dipekerjakan atau digaji oleh gereja.

Badan ini tidak hanya akan memutuskan berapa uang yang akan dibayarkan tetapi juga mengupayakan agar proses pembayarannya segera dituntaskan.

Para korban kejahatan seksual par rohaniwan gereja Katolik selama ini menuntut kompensasi yang lebih besar, hingg 6 digit, terutama untuk mereka yang tidak dapat bekerja akibat trauma yang dialaminya. Sebuah kelompok kerja pada konferensi yang lalu menyarankan kompensasi sebesar €400.000, lansir DW Kamis.

Matthias Katsch, perwakilan dari organisasi pembela hak-hak korban Square Table, hari Rabu mengatakan bahwa orang-orang khawatir para pakar administrasi, keuangan dan hukum di Gereja Katolik hanya berpikir menurut mereka sendiri tanpa berkonsultasi dengan para korban.

Katsch beranggapan proses pengajuan kompensasi bahwa lebih problematik dibanding jumlah uang yang ditawarkan. Dia bicara soal kemungkinan korban mengalami “trauma ulang di bawah sadar” karena harus melalui proses yang tidak dirancang secara profesional.

Hasil studi yang dirilis Konferensi Uskup dua tahun silam mengungkap bahwa antara tahun 1946 dan 2014 sedikitnya 1.670 rohaniwan Katolik melakukan pencabulan tidak kurang dari 3.677 anak-anak yang kebanyakan laki-laki. Jumlah itu diduga hanyalah puncak dari sebuah gunung es, yang artinya angka sebenarnya jauh lebih besar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejaJermankatolikkejahatanKompensasipencabulanpendetarohaniwanseksual
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Menyayat Hati Kekejaman PKI: Kiai Ditikam, Mahasiswa Dimutilasi
Tulisan selanjutnya Heppy Trenggono: Orang-orang Yahudi Belanja di Toko yang Menjual Produk-produk ‘Israel’ di AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?