Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Ancam akan Sanksi Turki

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 5 November 2020 22:17 10:17 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 5 November 2020 22:17
Bagikan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Bagikan

Hidayatullah.com— Prancis mengutuk apa yang disebutnya sebagai “deklarasi kekerasan” oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan menyampaikan kemungkinan sanksi baru terhadap Ankara, Al Jazeera melaporkan pada Kamis (05/11/2020).

Erdogan telah berseteru dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sejumlah titik panas geopolitik dan, baru-baru ini, pembelaan Prancis terhadap pernyataannya terkait Islam “radikal”.

“Sekarang ada deklarasi kekerasan, bahkan kebencian, yang secara teratur diposting oleh Presiden Erdogan yang ini tidak dapat diterima,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian kepada radio Europe 1.

Erdogan juga ikut mendukung seruan seluruh umat Islam dunia untuk memboikot produk Prancis sebagai tanggapan atas pernyataan Macron bahwa Islam adalah agama “dalam krisis” secara global, dengan mengatakan presiden Prancis membutuhkan perawatan mental atas pandangannya tentang Islam.

Ketegangan semakin memanas ketika Macron, pejabat tinggi, dan publik Prancis terus mendukung karikatur menghujat Nabi Muhammad.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Turki pada Rabu berjanji untuk “menanggapi dengan cara sekeras mungkin” terhadap pelarangan Prancis terhadap kelompok Ultra-nasionalis Grey Wolves Turki.

“Tidak hanya Prancis yang menjadi sasaran, ada solidaritas total Eropa tentang masalah ini – kami ingin Turki melepaskan logika ini,” kata Le Drian.

Dewan Eropa, tambahnya, telah memutuskan untuk mengambil tindakan terhadap otoritas Turki, dan “sekarang penting bagi Turki untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghindari hal ini.

“Ada langkah untuk menekan, ada juga agenda terkait kemungkinan sanksi.”

Macron bersikeras tidak melawan Islam

Sementara itu, Macron telah menggarisbawahi bahwa negaranya sedang memerangi “separatisme Islam, bukan Islam”, menanggapi artikel Financial Times yang dia klaim salah mengutipnya dan sejak itu telah dihapus dari situs web surat kabar tersebut.

Dalam sebuah surat kepada editor yang diterbitkan pada hari Rabu, Macron mengatakan surat kabar Inggris telah menuduhnya “menstigmatisasi Muslim Prancis untuk tujuan pemilihan dan menumbuhkan iklim ketakutan dan kecurigaan terhadap mereka”.

“Saya tidak akan mengizinkan siapa pun untuk mengklaim bahwa Prancis, atau pemerintahnya, mendorong rasisme terhadap Muslim,” katanya.

Sebuah artikel opini yang ditulis oleh koresponden Financial Times dan diterbitkan pada hari Selasa menuduh bahwa kecaman Macron atas “separatisme Islam” berisiko mendorong “lingkungan yang tidak bersahabat” bagi Muslim Prancis.

Artikel tersebut kemudian dihapus dari situs web koran tersebut dan diganti dengan pemberitahuan yang mengatakan bahwa artikel tersebut “mengandung kesalahan faktual”.

Pembelaan Macron atas kebebasan menerbitkan karikatur yang menghujat Nabi Muhammad bertolak belakang dengan pernyataannya yang tidak melawan Islam. Selain itu banyak lembaga Islam, tokoh agama, dan tokoh pemimpin lain yang mengecam kebebasan berpendapat versi Macron.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Emmanuel MacronNabi MuhammadPrancisRecep Tayyip ErdoganTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sidang Kasus Penistaan Agama Darmawan, Saksi Ahli Bahasa: Terdakwa Penuhi Unsur Ujaran Kebencian
Tulisan selanjutnya Hamas akan Memilih Kepala Cabang Baru Gaza Minggu Ini Hamas Mengutuk Serangan Teror Wina Austria

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?