Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Austria Mencemaskan Serangan Kebencian terhadap Mereka setelah Penembakan di Wina

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 9 November 2020 15:15 3:15 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 9 November 2020 15:15
Bagikan
Osama Abu El Hosna (tengah)/AJ
Bagikan

Hidayatullah.com–Osama Abu El Hosna, seorang pemuda Muslim asli Palestina secara heroik mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan seorang polisi di bawah hujan peluru selama penembakan mengamuk di Wina. Sementara Hosna dipuji karena keberaniannya, Muslim lainnya mengatakan bahwa mereka sekarang takut untuk berjalan di jalan-jalan kota yang mereka sebut rumah karena mereka takut akan serangan balik terhadap komunitas mereka.

Serangan hari Senin (02/11/2020) dilakukan oleh seorang pendukung ISIS yang telah dihukum dan dipenjara karena mencoba bergabung dengan kelompok Daesh di Suriah. Kisah Hosna sendiri adalah bukti dari Islamofobia yang hadir di banyak bagian masyarakat Austria – dan yang telah disebarluaskan oleh politisi sayap kanan.

Di negara mayoritas Katolik, setengah dari Austria percaya masjid tidak boleh ditoleransi. Sebagian mengatakan bahwa mereka memiliki citra negatif terhadap Muslim, menurut sebuah studi tahun 2019 oleh Universitas Salzburg, lapor The New Arab.

Muslim membentuk delapan persen dari populasi, salah satu proporsi tertinggi di Uni Eropa. Partai Kebebasan sayap kanan (FPOe) secara terbuka menggunakan citra Islamofobia dan rasis, termasuk selama mantranya di pemerintahan antara akhir 2017 dan Mei tahun lalu.

Menurut kelompok Dokustelle, yang mendokumentasikan pelecehan dan rasisme anti-Muslim, insiden yang menargetkan Muslim naik dari 309 pada 2017 menjadi 1.051 pada 2019, dikutip oleh The New Arab. LSM itu juga melaporkan peningkatan insiden anti-Muslim setelah serangan Wina, termasuk bangunan yang dirusak dengan hinaan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Begitu banyak perempuan menelepon karena mereka terlalu takut keluar, karena mereka dilecehkan karena memakai jilbab,” kata pendiri Dokustelle Elif Adam.

Berbicara kepada ratusan Muslim yang berkumpul untuk shalat Jum’at di Islamic Center Vienna yang menampung masjid utama kota. Seorang Imam mengutuk segala bentuk kekerasan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, dan mendesak orang tua untuk waspada terhadap ekstremis yang mencoba meradikalisasi anak-anak mereka.

Doa di masjid-masjid di seluruh Austria dipersembahkan untuk para korban serangan itu, yang dilakukan oleh seorang jihadis berusia 20 tahun dengan kewarganegaraan ganda Austria dan Makedonia. “Siapapun yang melakukan tindakan seperti itu tidak dapat diterima, dan kami tidak dapat menganggapnya sebagai teman Islam,” kata Ahmed Al Mofareh, direktur Islamic Center Vienna, kepada AFP.

Pria bersenjata itu “tidak memahami agama kami tetapi saya khawatir ini akan berbalik pada kami,” kata jamaah Ahmed. Ia yang mengatakan tidak ingin memberikan nama belakangnya diketahui publik mengatakan hal ini pada AFP dalam perjalanan keluar dari masjid.

Ayah Hosna yang bangga, Khalid, mengatakan bahwa tindakan putranya yang merupakan cerminan sejati dari nilai-nilai Islam. “Budaya kami, agama dan doktrin kami mengatakan kami harus membantu orang lain,” katanya kepada AFP. “Setidaknya itu yang bisa kami lakukan untuk Austria.”

Osama sendiri, 23, dengan bangga memakai tambalan polisi yang diberikan kepadanya oleh rekan-rekan dari petugas yang terluka yang dia bantu selamatkan. Meski didesak oleh petugas polisi lain untuk lari dan menyelamatkan dirinya, Hosna menempelkan kaus abu-abunya ke luka tembak di paha polisi yang terluka dan membantu menyeretnya ke ambulans.

Dia mengidentifikasi dirinya dan mereka yang ditembak sebagai sesama Muslim dan mencoba berbicara dengan penyerang dalam bahasa Arab untuk menghentikan penembakan. Stasiun TV di seluruh dunia telah menghubungi pemuda tersebut, yang hendak segera menikah, untuk mengingat kejadian tersebut.

Keluarga itu berasal dari Jalur Gaza dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menelepon Osama untuk memberi selamat padanya.

‘Mereka Tidak Menginginkan Kita’

Tapi mereka tidak asing dengan diskriminasi. Osama sendiri ingat berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang listrik karena dia diintimidasi karena memiliki nama depan yang sama dengan almarhum pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden.

Keluarga beranggotakan 11 orang itu juga ditampilkan dalam laporan media tahun lalu. Saat itu, keluarga tersebut menggabungkan pendapatan dan tabungan mereka untuk membeli rumah di desa kecil Weikendorf, sekitar satu jam dari Wina.

Wali kota, bagaimanapun, keberatan, mengutip “budaya yang berbeda di dunia Islam dan Barat” yang “berjauhan dalam hal nilai, adat istiadat dan tradisi”. Butuh perjuangan hukum selama setahun untuk akhirnya membeli rumah tersebut.

Tetapi pada akhirnya, keluarga tersebut memutuskan untuk menyewakannya dan malah tinggal di sebuah apartemen di Wina – karena takut hidup di antara orang-orang yang “tidak menginginkan kami karena kami adalah keluarga Muslim”, kata Abu El Hosna.

Tetap saja, kata ayahnya, mereka tidak ingin menghakimi seluruh komunitas dengan tindakan segelintir orang. “Ada radikal di mana-mana,” katanya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Austriaislamofobiaserangan kebencianserangan WinaWina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masa tinggal jamaah umrah Pengalaman Jamaah Umrah Pertama Indonesia Saat Pandemi
Tulisan selanjutnya Mulai Tahun 2021, Imam Masjid di Bekasi Dapat Gaji Rp 2,5 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?