Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tekanan Global Meningkat terhadap Myanmar Mengenai Pemulangan Pengungsi Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 November 2020 14:20 2:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 November 2020 14:11
Bagikan
Seorang pengungsi muda Rohingya bermain di kamp pengungsi Balukhali, Ukhia, Bangladesh, 4 Februari 2019.
Bagikan

Hidayatullah.com–Tekanan di seluruh dunia meningkat pada Myanmar untuk menangani pemulangan pengungsi Muslim Rohingya. Tekanan datang setelah pemerintahan Aung San Suu Kyi mengambil alih kekuasaan untuk masa jabatan kedua berturut-turut, Daily Sabah melaporkan.

Tidak termasuk hampir 2 juta muslim Rohingya di dalam dan luar negeri, negara mayoritas Buddha di Asia Tenggara dengan lebih dari 54 juta orang mengadakan jajak pendapat nasional pada 8 November. Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin oleh Peraih Nobel Perdamaian dan Pemimpin de facto Myanmar Suu Kyi sekali lagi naik ke tampuk kekuasaan setelah kemenangannya dalam pemilu 2015.

Reputasi Suu Kyi menurun sebagai tanggapan atas kegagalannya untuk membela hak asasi manusia minoritas Muslim Rohingya di negara itu. Pendukung asingnya terkejut bahwa dia tidak melakukan apa pun tentang kampanye kontra-pemberontakan brutal tahun 2017 oleh tentara Myanmar yang memaksa sekitar 740.000 Rohingya melarikan diri melintasi perbatasan ke negara tetangga Bangladesh.

Jajak pendapat tersebut mendapat kritik keras di seluruh dunia karena mencabut hak pilih hampir 2,8 juta etnis minoritas termasuk 600.000 Muslim Rohingya yang masih di Myanmar dan lebih dari satu juta di Bangladesh, yang meningkatkan kekhawatiran tentang apakah Rohingya dapat dipulangkan secara damai ke negara asal mereka.

Di tengah situasi yang berlaku, Bangladesh, negara tuan rumah bagi lebih dari 1,1 juta orang Rohingya, telah berencana untuk meningkatkan tekanan terhadap Myanmar sejak awal masa jabatan kedua pemerintah Suu Kyi. Dhaka juga ingin melibatkan Beijing, sekutu utama Naypyidaw, dalam proses repatriasi sehingga selama empat tahun masa jabatan kedua Suu Kyi, Bangladesh dapat mencapai tujuan yang konkret.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berbicara kepada Anadolu Agency (AA) Rabu malam, Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen menambahkan bahwa Bangladesh optimis akan memulai repatriasi berkelanjutan bagi Rohingya. “Kami siap mengirim pengungsi Myanmar kembali ke negara mereka. Kami yakin, karena Myanmar setuju untuk mengambil mereka kembali, memastikan keselamatan dan keamanan mereka, bahwa pemerintah baru akan menghormati komitmennya,” katanya.

Kyaw Win, direktur eksekutif Pembela Hak-hak Rohingya yang berbasis di Inggris, Jaringan Hak Asasi Manusia Burma (BHRN), membahas pemulangan Rohingya secara damai dan bermartabat sebagai salah satu masalah utama bagi mereka.

“Tapi sebelum repatriasi, kami harus memastikan dua faktor: Rohingya harus diizinkan untuk kembali ke tempat asal mereka lahir dari mana mereka terpaksa mengungsi dan hak kewarganegaraan mereka harus dipulihkan,” katanya seperti dikutip Anadolu Agency.

Jaringan HAM juga menguraikan serangkaian tuntutan dari pemerintah Myanmar untuk memastikan masa depan negara yang lebih demokratis dan manusiawi. “Proses pemulangan Rohingya harus dipercepat sambil memastikan martabat dan hak-hak penduduk. Untuk itu, politisi dan pemimpin Rohingya di Burma harus dilibatkan dalam proses itu,” kata BHRN dalam sebuah pernyataan, Rabu (18/11/2020).

Persatuan Rohingya Arakan, sebuah platform global untuk pembela hak-hak Rohingya, mendesak pemerintah Myanmar yang baru terpilih untuk “segera memulai pemulangan pengungsi Rohingya dari kamp-kamp di Bangladesh langsung ke rumah asli mereka di Arakan tanpa kamp transit,” dalam sebuah laporan diserahkan ke Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Laporan itu, yang dikeluarkan pada Ahad, juga merekomendasikan pemerintah Myanmar untuk secara permanen menghentikan proses Kartu Verifikasi Nasional yang kontroversial dan “memulihkan Sertifikat Pendaftaran Nasional dan Kartu Putih etnis minoritas Rohingya.” Rohingya yang dianiaya telah menolak apa yang disebut kartu verifikasi, menyebutnya sebagai “kartu genosida” dan tipuan pemerintah Myanmar untuk menetapkan Rohingya sebagai Bengali ilegal.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArakanAung San Suu KyiBangladeshmuslim RohingyamyanmarRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Khusus Australia Lakukan Kejahatan Perang di Afghanistan
Tulisan selanjutnya Negara-negara DK PBB Desak ‘Israel’ Hentikan Semua Ekspansi Pemukiman Ilegal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?