Hidayatullah.com–Kematian akibat malaria yang penanggulangannya terganggu akibat pandemi coronavirus akan melebihi angka kematian Covid-19 terutama di kawasan sub-Sahara Afrika, kata World Health Organization (WHO) hari Senin (30/19/2020) memperingatkan.
Lebih dari 400.000 orang di dunia, kebanyakan bayi di kawasan paling miskin Afrika, meninggal dunia karena malaria, kata WHO dalam laporan malaria global terbarunya, dan pandemi Covid-19 hampir dipastikan akan membuat angka kematian itu lebih tinggi di tahun 2020.
“Prakiraan kami itu berdasarkan pada tingkat gangguan pelayanan (yang terusik akibat Covid-19) … sehingga kemungkinannakan ada pertambahan kematian malaria antara 20.000 and 100.000 di sub-Sahara Afrika, kebanyakan dari mereka anak usia dini,” kata Pedro Alsonso, direktur program malaria WHO, kepada para reporter seperti dikutip Reuters.
Laporan WHO itu mendapati 229 juta kasus malaria di seluruh dunia pada tahun 2019.
Kesuksesan mewujudkan dunia bebas malaria dalam jangka panjang masih jauh, kata WHO. Oleh karena masih banyak penularan malaria lewat nyamuk di banyak belahan dunia, setengah populasi global berisiko terjangkit penyakit itu, yang telah membunuh satu anak-anak setiap dua menit.
Peter Sands, direktur eksekutif Global Fund untuk memerangi AIDS, tuberculosis dan malaria, mengatakan temuan dalam laporan WHO itu “sangat tepat waktunya.”
“Kesehatan global, media dan kalangan politik, semuanya terpaku pada Covid-19, … dan kita memberikan perhatian sangat kecil terhadap sebuah penyakit yang menewaskan lebih dari 400.000 orang setiap tahun, terutama anak-anak,” ujarnya saat memberikan keterangan pers.
“Dan untuk mengingatkan Anda, [malaria] ini adalah penyakit yang kita tahu bagaimana menanggulanginya, jadi terserah kalau kita memilih untuk tidak memperhatikannya,” tegasnya.*