Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jumlah Mualaf di ‘Israel’ Terus Meningkat Melalui Pernikahan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 12 Desember 2020 22:40 10:40 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 12 Desember 2020 22:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Meningkatnya jumlah perempuan Yahudi Israel yang menjadi mualaf mendorong sebuah organisasi kanan jauh ‘Israel’ yang dituduh seringkali menyebarkan hasutan dan bahkan terorisme untuk membuat sebuah program bantuan terhadap mereka yang “kehilangan arah” untuk kembali.

Dilansir Middle East Monitor pada Jumat (11/12/2020), organisasi bernama Lehava berkomitmen untuk membantu perempuan khususnya kembali ke dalam Yudaisme setelah menikahi pria Arab Israel dan masuk Islam. Anat Gopstein ikut mendirikan organisasi itu bersama suaminya pada 2005.

“Sulit untuk memberikan angka resmi tetapi kami tahu bahwa kasus konversi sedang meningkat, hanya karena proses asimilasi di Israel juga meningkat,” jelas Gopstein. “Cara kerjanya adalah bahwa perempuan akhirnya pindah agama karena mereka menikah dengan pria Muslim, dan ini menimbulkan masalah bagi kami karena mereka adalah orang kafir yang mengambil perempuan kami dari Yudaisme.”

Meskipun statistik terbaru sulit didapat, pada tahun 2006 dilaporkan bahwa jumlah orang Yahudi yang masuk Islam di ‘Israel’ hampir dua kali lipat menjadi 70 dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya. Sejak itu, angkanya terus bertambah. Antara 2005 dan 2007, 250 orang Israel resmi masuk Islam, banyak di antaranya adalah wanita.

Menurut Yudaisme, anak-anak dari keluarga campuran mewarisi ke-Yahudi-annya dari ibunya. Namun, bagi kelompok Gopstein hal ini masih bermasalah. “[Karena mereka tinggal dengan ayah Arab mereka] anak-anak ini akan menikah dengan orang Arab ketika mereka besar nanti dan itu berarti mereka pada akhirnya akan keluar dari Yudaisme. Tetapi bahkan jika kita mengesampingkan ini, pikirkan anak-anak ini. Mereka lahir dan dibesarkan oleh dua masyarakat yang saling bertentangan, dan sangat sering mereka mendapati diri mereka tidak diinginkan oleh salah satu dari mereka. ”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada tahun 2018, jurnalis Yahudi Mahdi Majeed masuk Islam dan menyebut Israel sebagai “negara Zionis” meskipun sebelumnya menggambarkannya sebagai suar demokrasi di wilayah tersebut. Dia mengakui bahwa Israel memiliki hak untuk hidup damai tanpa perang melawan orang Palestina.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelmasuk islamMuallafyahudiYudaisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Habib Rizieq Pimpin Shalat Maghrib Berjamaah Bareng Polisi di Sela-sela Pemeriksaan
Tulisan selanjutnya PWNU Jatim Minta Kepolisian Tidak Berlebihan Terhadap Habib Rizieq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?