Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Ingin Membina Hubungan dengan ‘Israel’ dengan Syarat

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 27 Desember 2020 11:27 11:27 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 26 Desember 2020 23:24
Bagikan
Erdogan Partai AK
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com– Turki tetap ingin membina hubungan yang lebih baik dengan ‘Israel’ meskipun kebijakan negara itu terkait Palestina tetap tidak dapat diterima. Pernyataan ini disampaikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (25/12/2020) saat ditanya wartawan terkait banyak Negara di Timur Tengah telah melakukan normalisasi dengan ‘Israel’.

Hubungan Turki dan ‘Israel’, yang dulunya adalah sekutu, telah renggang dalam beberapa tahun terakhir, sejak Erdogan menjadi presiden.  Dilansir Aljazeera, Erdogan mengkritisi kebijakan ‘Israel’ terhadap rakyat Palestina sebagai “tidak dapat diterima”.

“Kebijakan Palestina adalah garis merah kami. Tidak mungkin bagi kami untuk menerima kebijakan ‘Israel’ terhadap Palestina. Tindakan keji mereka di sana tidak bisa diterima,” kata Erdogan.

Turki berulang kali mengecam pendudukan paksa dan penjajahan ‘Israel’ di Tepi Barat dan perlakuan diskriminatif negara itu terhadap Bangsa Palestina.  Ankara juga mengkritik upaya AS menggalang dukungan dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim untuk membangun atau memulihkan kembali hubungan dengan ‘Israel’.

“Kebijakan (‘Israel’) terkait Palestina adalah garis merah kami. Kami tidak akan menerima kebijakan ‘Israel’ terhadap Palestina. Perbuatan mereka yang tanpa ampun itu tidak dapat diterima,” kata Erdogan dikutip Reuters setelah ia selesai menunaikan shalat Jumat di Istanbul. “Jika tidak ada masalah di kalangan atas (di ‘Israel’), hubungan kami bisa jadi jauh berbeda,” kata dia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kementerian Luar Negeri ‘Israel’ menolak untuk menanggapi pernyataan Erdogan.

‘Israel’ tahun ini resmi membentuk hubungan diplomatik dengan empat negara berpenduduk mayoritas Muslim, yaitu Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain, Sudan, dan Maroko. ‘Israel’ pada Rabu (23/12/2020) mengatakan pihaknya juga berupaya membangun hubungan diplomatik dengan negara Muslim ke-5, yang kemungkinan berada di Asia.

Ankara mengkritik perjanjian normalisasi hubungan antara ‘Israel’ dan negara-negara Muslim, yang didukung Amerika Serikat. Erdogan sebelumnya mengancam akan menghentikan sementara hubungan diplomatik Turki dengan UAE, serta menarik pulang kepala perwakilannya.

Turki juga mengecam keputusan Bahrain membangun hubungan diplomatik resmi dengan ‘Israel’ karena langkah itu dianggap sebagai pukulan keras bagi upaya membela isu-isu Palestina.

Rakyat Palestina menganggap perjanjian normalisasi hubungan diplomatik itu sebagai pengkhianatan terhadap tekad Palestina untuk merdeka dan bebas dari pendudukan ‘Israel’.  ‘Israel’ meresmikan hubungan diplomatik penuh dengan Mesir pada 1979, sementara dengan Yordania pada 1994.

Pasang surut

Menurut Anadolu Agency, Turki adalah negara mayoritas Muslim pertama yang mengakui ‘Israel’ pada 28 Maret 1949. Hubungan makin membaik  saat pembentukan negara Turki sekuler yang didirikan oleh Mustafa Kemal Attatuk setelah runtuhnya Kekaisaran Ustmaniyah (Ottoman).

Setelah itu, Mesir dan Yordania yang merupakan negara Arab menandatangani kesepakatan untuk menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv.  Namun, hubungan Turki dengan negara Yahudi itu tegang pada 2010 setelah delapan aktivis Turki pro-Palestina dibunuh oleh pasukan penjajah itu.

Turki pertama kali memutuskan hubungan diplomatik dengan ‘Israel’ pada 2010 setelah 10 aktivis Turki pro-Palestina dibunuh oleh pasukan komando ‘Israel’ yang membajak armada milik Turki yang mencoba mengirimkan bantuan dan mematahkan blokade maritim ‘Israel’ selama bertahun-tahun di Gaza. Dalam insiden tersebut, Presiden Turki saat ini, Recep Tayyip Erdogan menjabat sebagai Perdana Menteri dari tahun 2003 hingga 2014.

Blokade ‘Israel’ di Jalur Gaza yang diduduki telah dilakukan sejak Juni 2007, ketika Israel memberlakukan blokade darat, laut, dan udara yang ketat di daerah tersebut. Mereka memulihkan hubungan pada 2016, tetapi hubungan memburuk lagi pada 2018.

Pada Desember 2017, Erdogan mengancam akan memutuskan hubungan lagi karena pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota ‘Israel’.   Awal bulan ini, Turki dilaporkan menunjuk duta besar barunya untuk Tel Aviv setelah dua tahun dan enam bulan tidak memiliki perwakilan resmi di ‘Israel’.

Turki dan ‘Israel’ mengusir kepala perwakilan masing-masing negara pada 2018 setelah tentara ‘Israel’ membunuh beberapa warga Palestina saat mereka bentrok di perbatasan Gaza. Pada Agustus tahun ini, ‘Israel’ menuduh Turki memberikan paspor kepada puluhan anggota Hamas di Istanbul, menggambarkan langkah tersebut sebagai “langkah yang sangat tidak ramah” yang akan dilakukan pemerintahnya dengan pejabat Turki.

Hamas secara demokratis terpilih sebagai pengelola Jalur Gaza yang terkepung setelah mengalahkan kelompok pro-Presiden Otoritas Palestina (OP) Mahmoud Abbas dalam pemilu tahun 2007. Sejak itu, ‘Israel’ telah meningkatkan pengepungannya dan meluncurkan tiga serangan militer yang menghancurkan di Gaza. Turki mengatakan Hamas adalah gerakan politik sah yang dipilih secara demokratis dalam Pemilu.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpalestinaRecep Tayyip ErdoganTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Covid-19: Iran Perluas Jam Malam di 330 Kota Berisiko Rendah
Tulisan selanjutnya Momen Haru Ketika Menantu Melantik Mertua di Munas V Mushida

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?