Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penjualan Ponsel Menurun, Huawei Melirik Peternakan Babi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Februari 2021 08:56 8:56 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Februari 2021 08:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Huawei kini berbisnis ternak babi sementara perusahaan mengalami penurunan tajam pada penjualan ponselnya karena menghadapi beragam sanksi keras.

Perusahaan teknologi asal China itu tidak lagi dapat mengakses komponen-komponen vital untuk pembuatan gawai telekomunikasinya setelah pemerintah Amerika Serikat pimpinan Donald Trump menyatakannya sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS. 

Huawei lantas mencari sumber uang dari bidang lain seperti layanan cloud computing, kendaraan pintar dan perangkat yang dapat dikenakan. Perusahaan asal China itu bahkan melirik industri peternakan babi. Sebagaimana diketahui setengah populasi babi di dunia berada di China, dan peternakan terbesar sedunia ada di negara itu.

Dengan kecerdasan buatan, teknologi membantu memodernisasi sektor peternakan yaitu dengan memonitor posisi ternak dan kesehatannya.

Teknologi pengenalan wajah dapat dipakai untuk mengidentifikasi setiap babi, sementara perangkat digital memantau berat badan, diet dan kegiatan fisiknya mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Peternakan babi merupakan contoh lain bagaimana kita dapat merevitalisasi sebagian industri tradisional dengan ICT (Information and Communications Technology) untuk menciptakan nilai lebih bagi berbagai industri di era 5G,” kata Huawei menambahkan.

Awal bulan ini, pendiri dan CEO Huawei Ren Zhengfei mengumumkan lab inovasi pertambangan di Provinsi Shanxi di bagian utara China.

Dia ingin mengembangkan teknologi untuk pertambangan batubara yang akan “mengurangi jumlah pekerja, meningkatkan keselamatan dan meningkatkan efisiensi” dan memungkinkan pekerja tambang mengenakan “setelan jas dan dasi” saat bekerja. Ren juga mengatakan perusahaan yang didirikannya tersebut akan membuat barang-barang konsumen seperti televisi, komputer dan tablet.

“Kita masih dapat bertahan hidup tanpa mengandalkan penjualan ponsel,” kata Ren, seraya menambahkan bahwa sepertinya Amerika Serikat tidak akan menghapus Huawei dari daftar hitam.

Perusahaan alat telekomunikasi terbesar di dunia itu mengalami kesulitan dalam penjualan produknya 4G setelah Amerika Serikat membatasi impor komponen yang diperlukan, dan menghalangi Huawei ikut menggarap jaringan 5G di AS dan berbagai negara sekutunya dengan alasan risiko keamanan nasional.

Akibat sanksi yang dijatuhkan, penjualan ponsel Huawei turun 42% di kuartal akhir 2020 karena kurangnya pasokan microchips.

Berbagai laporan mengabarkan bahwa tahun ini Huawei akan mengurangi produksi ponsel hingga 60%, meskipun belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan.*

 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:babihuawei
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mubahalah dan Etika Politik: Marzuki Alie dan Nasihat Bang Haji Rhoma
Tulisan selanjutnya Ukhuwah dan Hak-hak Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?