Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Imam Istanbul yang Menjadi ‘Ayah’ Pecandu Narkoba

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 9 Maret 2021 14:16 2:16 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 9 Maret 2021 18:00
Bagikan
Emin Kir, ayah para pecandu narkoba
Bagikan

Hidayatullah.com — “Ada lebih banyak pecandu narkoba di wilayah ini daripada di masyarakat. Setiap sehabis sholat (di masjid), perjalanan pulang saya ke rumah selalu gugup. Suatu hari mereka mencegat saya, memalak, dan saya beri. Setibanya di rumah, saya bertanya kepada istri apa yang bisa kita lakukan untuk orang-orang ini. Karena gaji saya tidak akan cukup jika saya memberi mereka setiap hari,” kata Imam Emin Kir.

Emin Kir dikenal sebagai baba (ayah) bagi puluhan mantan pecandu narkoba – dan sekarang mereka semua bersama-sama mengurus masjid dan membantu orang lain yang pernah mengalami kondisi yang sama. Ia telah banyak membantu orang-orang Istanbul yang membutuhkan, mengakomodasi para tunawisma dan membantu para pecandu narkoba pulih dari kecanduan mereka selama lebih dari 15 tahun.

Kir merupakan Imam di Masjid Kaab, di lingkungan bersejarah Balat, Istanbul – dia telah membantu lebih dari 30 pecandu narkoba bertahan hidup ketika mereka kehilangan segalanya. Setiap hari dia menawarkan sup dan tes di masjid kepada orang-orang yang tinggal di jalanan.

“Ketika mereka datang ke sini, kami tidak bertanya agama mereka, kami tidak bertanya siapa mereka. Mereka semua manusia, kami harus menunjukkan kebaikan,” kata Emin Kir.

“Ini adalah rumah Allah (Tuhan). Semua ini harus dilakukan masjid karena itu adalah tempat yang merangkul orang-orang dari semua lapisan masyarakat. ”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada tahun 2006, Kir diangkat sebagai imam Masjid Kaab yang terletak di sisi barat Tanduk Emas di Istanbul.

Pada awal penugasannya di sana, dia dikejutkan oleh betapa banyaknya para pecandu narkoba dan alkohol di sekitar lingkungan masjid. Kir memutuskan cara terbaik untuk menangani situasi ini adalah melalui belas kasih.

“Suatu hari mereka mencegat saya lagi, salah satu dari mereka bernama Ramazan (atau Ramadhan). Saya katakan kepada mereka kalau Saya akan membuatkan mereka sup di masjid dan mereka setuju bergabung.”

Kir meyakinkan masyarakat untuk membantu dan mendukungnya menyediakan sup, makanan dan teh bagi para pecandu.

Sang Imam menemukan cara terbaik untuk membantu para korban melawan setan dalam diri mereka adalah melalui empati. Ia mulai membantu menyediakan kebutuhan para pencadu dengan syarat mereka tidak boleh membawa narkoba ke masjid.

Bantuan itu tidak hanya terbatas kepada para pecandu narkoba, namun ia juga membantu menyelesaikan masalah diantara masyarakat dan menyediakan makanan, tempat singgah, kamar mandi dan pakaian untuk para tunawisma.

“Setelah beberapa lama, Ramazan mulai tinggal denganku di masjid. Saya membuat kandang ayam untuk Ramazan, membelikannya ayam, kami sarapan setiap pagi untuk membantu mematahkan pikirannya dan sejak itu dia mulai memanggilku ayah,” ungkap Kir kepada TRT World.

Baca juga: Kisah Masjid dan Jamaah Jogokariyan Melayani Peserta Muslim United

“Saya selalu mengawasinya. Dia berhenti menggunakan narkoba, suatu hari dia memintaku mencarikannya pekerjaan, kami menemukan pekerjaan, dia mulai menghasilkan uang sendiri. Tiga belas tahun kemudian, pada 2019, dia memintaku untuk mengirimnya pulang ke kampung halamannya, Nigde. Sekarang dia bekerja, tidak lagi kecanduan. Kami berhubungan setiap minggu, dia masih mengunjungiku ketika dia datang ke Istanbul,” tandasnya.

Terinspirasi oleh kehidupan baru Ramazan, pada 2019, sang imam – dengan dukungan gubernur distrik, mufti, dan donatur – memutuskan untuk membantu lebih banyak orang.

“Dalam dua tahun terakhir, kami telah membantu lebih dari 30 orang untuk bertahan hidup. Untuk membantu pecandu narkoba, Anda perlu memanfaatkan pengalaman mantan pecandu narkoba. Mereka yang kami bantu, juga mulai membantu kami menjangkau lebih banyak pecandu di wilayah tersebut karena mereka dapat lebih memahami para pecandu,” kata Kir.

“Pertama, kami memberikan pemuda-pemuda ini tempat tidur dan makanan hangat ketika mereka datang kepada kami. Saat mereka istirahat, kami mulai mendengarkan cerita mereka. Kemudian kami membantu jika mereka ingin menyingkirkan kecanduan.”

Seorang mantan pecandu berusia 24 tahun, Baris, menyebut imam Kir sebagai ayahnya.

“Pria ini meraih tangan saya, dia membantu saya. Saya telah sembuh dari kecanduan narkoba, mendapatkan pekerjaan dan membangun kembali hidup saya, sekarang saya bisa menghasilkan uang sendiri,” ucap Baris kepada TRT World.

Menurut imam Kir, tanpa menyentuh kehidupan masyarakat, perubahan tidak mungkin terjadi.

“Beberapa orang mengkritik saya dengan mengatakan bahwa beberapa dari pecandu ini memiliki catatan kriminal yang panjang. Saya tidak boleh melihat latar belakang seseorang yang meminta bantuan saya. Agamaku memerintahkan saya untuk membantu,” ungkap imam Kir.

“Nabi kami tercinta dan berharga berkata bahwa agama adalah ketulusan. Jadi percaya berarti tulus kepada semua orang, tersenyum kepada mereka, berbelas kasihan yang memungkinkan Anda memenangkan hati orang, inilah yang terjadi di masjid kami. ”

“Orang-orang ini memanggilku Ayah. Mereka hidup kembali. Mereka mengatakan Tuhan memberkati Anda. Apakah ada kebahagiaan yang lebih besar dari ini? ”

“Saya telah bekerja di Turki selama 35 tahun, saya dibayar oleh negara, jadi mengapa saya tidak melakukan hal-hal ekstra untuk negara saya? Menjadi seorang imam tidak hanya tentang memimpin sholat, tetapi juga untuk membantu anak-anak ini dan menyentuh kehidupan masyarakat. Saya telah membesarkan anak-anak saya sendiri berkat negara, dan sekarang saya berusaha berguna bagi negara saya, bagi lembaga Urusan Agama.”

Berbicara kepada TRT World tentang rencana masa depannya, Kir mengatakan ingin membangun kampung kegiatan karena banyak pecandu yang perlu disibukkan dan menyalurkan energinya untuk kegiatan positif.

“Saya ingin membuka loka karya berdasarkan bakat para pecandu di kampung itu. Kecanduan narkoba tidak hanya bisa diobati dengan obat-obatan. Begitulah cara saya menyelamatkan Ramazan dan lainnya, saya memberi mereka tugas yang membantu mereka menyingkirkan kecanduan,” katanya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:balatemin kirimam masjidIstanbulmasjid kaabPecandu narkobaPemudaramazanTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Prancis Penularan Covid-19 Lebih Tinggi di Kalangan Orang Kaya Dibanding Orang Miskin
Tulisan selanjutnya Bosphorus Summit, Indonesia Tawarkan Digital Ekonomi di Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?