Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Honduras Dituduh Ikut Andil Menyelundupkan Narkoba ke Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Maret 2021 11:33 11:33 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Maret 2021 11:33
Bagikan
Mantan ibu negara Honduras Rosa Elena Bonilla, istri dari mantan presiden Porfirio Lobo, dijatuhi hukuman penjara 58 tahun dalam dakwaan penipuan dan penyalahgunaan uang publik.
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Honduras dituduh menerima suap dari seorang penyelundup narkoba kelas kakap. Ini bukan pertama kalinya dia dituduh bekerja sama dengan penyelundup.

Dilansir DW, hari Selasa (9/3/2021) seorang jaksa AS menuding Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez membantu seorang penyelundup memasukkan berton-ton kokain ke Amerika Serikat.

Asisten jaksa AS Jacob Gutwillig mengutarakan tuduhan itu dalam pernyataan pembuka dalam persidangan terdakwa penyelundup narkoba Geovanny Fuentes Ramirez.

Dokumen pengadilan, yang menyebut Hernandez sebagai ko-konspirator, mengutip perkataannya yang ingin “menjejalkan narkoba hingga ke hidung para gringo dengan membanjiri Amerika Serikat dengan kokain.” Kutipan itu didasarkan pada pernyataan seorang akuntan yang mengaku menghadiri pertemuan-pertemuan antara Presiden Hernandez dengan Fuentes Ramirez Pada tahun 2013 dan 2014.

Akuntan tersebut menjalankan bisnis beras yang dijadikan alat oleh Fuentes Ramirez untuk mencuci uang. Dia akan bersaksi kemudian dalam persidangan kasus tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jaksa penuntut mengatakan Fuentes Ramirez membayar Presiden Hernandez $25,000 (21,000 euros) Agar diperbolehkan memindahkan narkoba ke seluruh penjuru negeri tanpa gangguan.

“Tampaknya yang Anda butuhkan hanyalah $25.000 untuk menyuap Pak Presiden,” kata jaksa Eylan Shulman, guna mendiskreditkan saksi.

Hernandez menjabat sebagai presiden Honduras sejak Januari 2014 dan memenangkan periode kedua pada 2018. Dia belum dikenai dakwaan pidana apapun, tetapi sebelumnya dia pernah dituduh menggunakan uang narkoba untuk mendanai perjalanannya menaiki puncak kekuasaan.

Hari Senin lewat Twitter Presiden Hernandez membantah tuduhan bahwa dirinya membantu menyuburkan perdafangan narkoba di negara Amerika Tengah itu. Dia mengatakan akan “memelihara aliansi internasional dalam memerangi peredaran narkoba sampai hari terakhir saya sebagai presiden pada 27 Januari 2022. Namun, jika narcos (para pengedar narkoba) dengan kunci ajaib kebohongannya memperoleh keuntungan dari AS atas kesaksian-kesaksian palsunya, maka aliansi internasional dengan Honduras dan sejumlah negara  lain akan runtuh.”

Dalam berkas kasus yang disusun jaksa bulan Januari itu disebutkan Hernandez mengambil uang suap dari penyelundup narkoba lainnya dan memiliki pasukan bersenjata untuk melindungi laboratorium kokain dan pengirimannya ke AS.

Saudara lelakinya, Tony Hernandez dinyatakan bersalah dalam dakwaan penyelundupan di pengadilan di New York pada tahun 2019.

Dalam persidangan itu, Presiden Hernandez dituding menerima lebih dari $1 juta dari bos kartel Sinaloa asal Meksiko Joaquin “El Chapo” Guzman.

Sidang vonis hukuman Tony Hernandez ditunda beberapa kali, dan sekarang dijadwalkan akan digelar pada 23 Maret. Dia terancam meringkuk dalam penjara seumur hidup.

Para senator AS dari Partai Demokrat bulan lalu mengusulkan rancangan kebijakan yang menyeru Presiden AS Joe Biden untuk menjatuhkan sanksi kepada Hernandez. Mereka juga mengusulkan penghentian bantuan keamanan kepada Honduras, berikut ekspor senjata dan gas air mata untuk angkatan bersenjatanya, serta menyeru pemerintah Honduras berdiskusi soal pembentukan misi anti korupsi dengan AS.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHondurasJuan Orlando Hernandeznarkoba
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Profesor Matematika Ini Dikalahkan Al Qur`an dengan Telak
Tulisan selanjutnya Penyesatan Makna Pluralisme sebagai Bentuk Toleransi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?