Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ratusan Kapal Militer China Mondar-mandir di Kawasan Sengketa Laut China Selatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Maret 2021 18:48 6:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Maret 2021 18:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Filipina mengutarakan kekhawatirannya perihal ratusan kapal militer China yang dilihatnya bulan ini berada di kawasan sengketa di Laut China Selatan.

Pasukan Penjaga Pantai Filipina melaporkan sekitar 220 kapal, diyakini diawaki oleh personel milisi maritim, tampak berbaris berlabuh di sebuah pulau karang pada 7 Maret, kata sebuah gugus tugas lintas pemerintah hari Sabtu malam seperti dilansir Reuters Ahad (21/3/2021).

Menteri Luar Negeri Teodoro Locsin, yang ditanya apakah pihaknya akan melayangkan protes diplomatik perihal kehadiran kapal-kapal itu, lewat Twitter mengatakan kepada seorang jurnalis, “Hanya jika para jenderal meminta saya. Menurut pandangan saya kebijakan luar negeri berada dalam genggaman sarung tangan besi angkatan bersenjata.”

Gugus Tugas Nasion untuk Laut Filipina Barat mengkhawatirkan kegiatan penangkapan ikan berlebihan dan kerusakan lingkungan laut, serta keselamatan navigasi.

Pengadilan internasional pada tahun 2016 menolak klaim China sebesar 90% atas Laut China Selatan, tetapi Beijing tidak mau mengakui keputusan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa tahun terakhir China melakukan pembangunan di sejumlah pulau karang di kawasan itu, bahkan menetapkan jalur udara di sebagiannya.

Taiwan, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Brunei semua mengklaim punya bagian wilayah di perairan itu.

Pada bulan Januari, Filipina memprotes sebuah undang-undang baru China yang membolehkan pasukan penjaga pantai melepaskan tembakan ke arah kapal asing, menyebut UU tersebut sebagai “ancaman perang”.

Amerika Serikat berulang kali mengecam apa yang disebutnya aksi perundingan oleh China terhadap negara-negara tetangganya. Sementara Beijing menuding Washington ikut campur urusan dalam negerinya.

Kapal-kapal China tersebut berada di kawasan Julian Felipe Reef, yang juga dikenal sebagai Whitsun Reef, di zona ekonomi eksklusif Manila, kata gugus tugas, menggambarkan lokasi itu merupakan daerah terumbu karang dangkal berbentuk seperti bumerang berada di timur laut Pagkakaisa Banks and Reefs.

“Meskipun cuaca cerah kala itu, kapal-kapal China itu berkumpul di karang tanpa melakukan aktivitas mencari ikan dan lampu-lampu putih mereka nyalakan semua sepanjang malam,” kata pernyataan itu.

Filipina mengatakan pihaknya akan memantau situasi dan akan bertindak dengan damai dan proaktif guna melindungi lingkungan laut, keamanan pangan dan kebebasan berlayar di perairan Laut China Selatan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinafilipinaLaut China Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wapres Lantik Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah
Tulisan selanjutnya Punk Hijrah Rumah Quran Fasilitasi Anak Punk Yang Ingin Hijrah, IMS Buka Rumah Qur’an Punk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Berita
3 September 2026 19:12
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?