Hidayatullah.com—Pfizer mengecam ‘Israel’ setelah negara tersebut gagal membayar vaksin COVID-19. Pihak Pfizer mengecam Israel sebagai “republik pisang”, menurut Radio Angkatan Darat ‘Israel’, menyuarakan keprihatinan bahwa pemerintah negara dalam transisi mungkin gagal membayar.
Pengiriman vaksin virus corona ke ‘Israel’ telah dihentikan setelah pemerintah ‘Israel’ gagal membayar Pfizer, perusahaan manufaktur asal Amerika, untuk 2,5 juta dosis terakhir, media melaporkan pada hari Senin (05/04/2021).
Pfizer juga menyatakan bahwa Zionis ‘Israel’ harus membayar tagihan tersebut dengan menambahkan bahwa perusahaan tidak ingin dimanfaatkan, menurut laporan Jerusalem Post.
Pada hari Ahad (04/04/2021), pengiriman 700.000 vaksin Covid-19 ke ‘Israel’ dihentikan, ungkap laporan lokal.
Tel Aviv telah membayar 10 juta suntikan pertama, tetapi mulai kekurangan dalam tahun pertama kampanye vaksinasi. Pfizer-BioNTech kemudian setuju untuk mengirimkan dosis tambahan.
‘Israel’ telah memberikan dua suntikan vaksin Pfizer-BioNTech yang direkomendasikan kepada lebih dari setengah dari 9,3 juta penduduknya. Hal itu menjadi kecepatan vaksinasi per kapita terdepan di dunia.
Namun, ‘Israel’ mendapat kecaman keras karena menolak memvaksinasi warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
‘Israel’ juga menolak memberikan vaksin ke Gaza, daerah kantong pesisir Palestina yang berada di bawah blokade ketat negara penjajah itu.
Gaza telah mengalami lonjakan baru-baru ini dalam kasus Covid-19 di mana 65.500 orang telah terinfeksi dan 610 kematian tercatat sejak dimulainya pandemi.
Di Tepi Barat, lebih dari 175.000 orang telah terinfeksi dan 2.004 kematian telah dicatat.
Kementerian kesehatan Palestina mengumumkan bulan lalu bahwa hanya 69.000 warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza yang telah menerima satu suntikan vaksin.
Sebaliknya, lebih dari setengah dari sekitar 9,3 juta penduduk ‘Israel’ telah diinokulasi dengan dua suntikan Pfizer-BioNTech.*