Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Singgung Jasa Tentara Gurkha ke Inggris, Nepal Minta Vaksin Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Juni 2021 12:11 12:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Juni 2021 12:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Nepal meminta bantuan mendesak vaksin Covid-19 kepada sejawatnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, sebab negara di pegunungan Himalaya itu sedang mengalami gelombang kedua wabah coronavirus.

Berbicara kepada BBC, KP Sharma Oli mengatakan adalah tanggung jawab Inggris untuk membantu Nepal mengingat ikatan sejarah kedua negara.

“Tentara Gurkha sudah melayani Inggris bertahun-tahun lamanya, menempatkan nyawa mereka dalam bahaya,” kata Oli. “Orang-orang yang bertugas di Inggris punya keluarga di Nepal. Jadi ada hubungan yang sangat dalam.”

Nepal sejauh ini sudah menerima sejumlah bantuan internasional, termasuk 

260 ventilator dan 2.000 PPE dari Inggris. Namun, PM Nepal itu mengatakan yang dibutuhkannya adalah vaksin. Sampai saat ini hanya kurang dari 3% dari 30 juta populasi Nepal yang sudah divaksinasi penuh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Otoritas Nepal sudah memesan vaksin dari China, tetapi orang-orang tua yang sudah menerima suntikan dosis pertama AstraZeneca sekarang tidak dapat menerima suntikan kedua, karena pasokan yang dijanjikan dari India tidak kunjung dikirim disebabkan krisis di dalam negeri.

Menanggapi kabar permintaan Nepal tersebut, seorang jubir Kemenlu Inggris mengatakan kepada BBC (6/6/2021) bahwa pemerintah Inggris bahu-membahu dengan Nepal selama pandemi, dan negaranya termasuk yang pertama mengirimkan suplai medis ke negara itu.

“Inggris merupakan salah satu donor terdepan COVAX, inisiatif internasional untuk pengadaan dan distribusi vaksin secara merata,” imbuhnya. “Kami memberikan komitmen £548 juta untuk skema itu yang akan memberikan lebih dari satu miliar vaksin ke negara berkembang, termasuk Nepal, tahun ini.”

Oli sendiri menghadapi kritikan di dalam negeri karena dianggap kurang serius dalam menanggapi pandemi Covid-19. Dia sebelumnya pernah berkata bahwa wabah itu akan sirna dengan cara kumur-kumur rebusan daun jambu biji dan kunyit, dan orang Nepal imunitasnya lebih kuat disebabkan pola makan mereka.

PM Oli, yang masih menjabat meskipun belum lama ini mendapat mosi tidak percaya, juga dikritik karena awal tahun ini menggelar kerumunan massa sementara anggota parlemen dari partainya sendiri menarik dukungan terhadapnya.

Bulan lalu, ketika kasus infeksi melonjak tajam, dia mengatakan bahwa situasi di Nepal “terkendali”.

Meskipun di negara tetangga India coronavirus sedang menyebar cepat Nepal tidak menutup pintu perbatasannya, sehingga varian Delta (strain coronavirus yang pertama kali terdeteksi di India) yang jauh lebih mudah menular akhirnya meluas pula di sana.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19GurkhainggrisNepalvaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Habib Rizieq Dituntut Bui 6 Tahun, Wakil Ketua MPR ke Penegak Hukum: Jangan Lagi Hadirkan Diskriminasi Hukum
Tulisan selanjutnya Kualitas Tidur yang Buruk bisa Ganggu Fokus dan Tingkatkan Penyakit Degeneratif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?