Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uzbekistan, Negara Mayoritas Islam yang Batasi Praktik Islam

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 26 Juni 2021 16:48 4:48 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 26 Juni 2021 16:48
Bagikan
Di Uzbekistan, aktivitas mengajarkan Al-Quran pada anak-anak dianggap sebagai salah satu perbuatan 'radikal' dan terorisme
Bagikan

Hidayatullah.com — Pihak berwenang di Uzbekistan sekali lagi menampilkan kebijakan yang membatasi dan mengendalikan praktik Islam. Setelah beberapa tahun melonggarkan kebijakan kerasnya terhadap interpretasi yang tidak disetujui negara.

Menurut sebuah laporan RFE/RL, pemerintah dalam beberapa bulan terakhir telah menarik sekitar 1.500 siswa studi Islam di Mesir dan Turki.

Pemerintah belum menjelaskann alasannya menarik mereka. Diyakini pemulangan siswa ini sebagai bagian dari peningkatan pembatasan yang diterapkan oleh Uzbekistan pada praktik Islam.  Ini terjadi meskipun Uzbekistan merupakan negara dengan mayoritas Muslim lebih dari 80 persen.

Namun, pembatasan tentang bagaimana orang Uzbek belajar Islam sekarang diperluas hingga ke studi di luar negeri. Sebagaimana dilaporkan salah satu perwakilan dari kedutaan Uzbekistan di Kairo kepada RFE/RL. Universitas Al-Azhar di Kairo sekarang hanya menerima warga negara Uzbekistan dengan beberapa syarat. Salah satunya ialah mereka harus mendapat persetujuan komite negara urusan agama pemerintah.

Diplomat itu juga menyatakan keprihatinannya bahwa administrasi Al-Azhar melaporkan bahwa ratusan siswa Uzbekistan tidak mengikuti kursus atau ujian mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka mungkin belajar di tempat lain di lembaga yang meragukan dan tidak dikenal. Banyak dari siswa tersebut dilaporkan berasal dari daerah paling konservatif di Uzbekistan di lembah Ferghana.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Uzbekistan memperoleh pendidikan Islam swasta, yang tidak dikendalikan oleh negara, adalah hal yang dilarang. Namun, sekolah negeri tidak mengajarkan pelajaran agama. Sebenarnya mereka yang ingin melanjutkan studi Islam dapat melakukannya di madrasah. Akan tetapi sangat terbatasnya madrasah membuat hal itu sulit.

Sejak berkuasa pada 2016, Presiden Shavkat Mirziyoyev mencabut beberapa pembatasan praktik Islam yang diberlakukan oleh mendiang pendahulunya Islam Karimov. Islam Karimov telah memerintah dengan tangan besi sejak negara Asia Tengah itu memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada 1991.

Pada bulan April, Kebijakan Luar Negeri melaporkan bahwa negara itu sedang mengalami “kebangkitan agama online”. Dengan banyak orang Uzbek mencari pelajaran Islam yang lebih ketat dan tanpa pengawasan di Internet. Ini membuat beberapa analis percaya hal itu dapat mengarah pada penyebaran ekstremisme.

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-Azhar Mesiranti IslamTurkiUzbekistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islam Di Negerinya Ronaldo, Dulu Mayoritas Kini Minoritas
Tulisan selanjutnya atlet muslim Piagam Muslim: Ikhtiar untuk Memperjuangkan Hak-hak Atlet Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Berita
13 Juni 2026 11:14
Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah

Terbaru

  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?