Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Gunakan Vaksin Covid-19 untuk Ancam Ukraina

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 26 Juni 2021 23:28 11:28 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 27 Juni 2021 07:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Ukraina menarik dukungannya terhadap seruan untuk mengizinkan kepala (Hak Asasi Manusia) HAM PBB mengunjungi wilayah Xinjiang, China. Penarikan dukungan ini terjadi setelah China mengancam akan menahan vaksin Covid-19 buatannya jika hal itu tidak dilakukan.

Daftar isi
  • Taktik Ancaman China
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Negara yang sedang berselisih dengan Rusia itu sempat mendukung pernyataan bersama 40 negara yang diprakarsai Kanada di Dewan HAM PBB. Pernyataan bersama itu mendesak China untuk mengizinkan akses segera bagi pengamat independen ke Xinjiang, lapor Daily Sabah (26/06/2021).

Beberapa kelompok HAM menuduh China melakukan penganiayaan dan penindasan terhadap Muslim Uighur dan minoritas lainnya di wilayah tersebut.

Pada hari Kamis, Ukraina mencabut namanya dari daftar negara yang mendukung pernyataan bersama setelah China mengancam akan menahan pengiriman 500.000 dosis vaksin Covid-91nya kecuali Ukraina menarik dukungannya, lapor diplomat dari dua negara Barat.

Para diplomat ini berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang membahas masalah ini secara terbuka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Untuk diketahui, Ukraina telah setuju membeli 1,9 juta dosis vaksin CoronaVac dari Sinovac Biotech China. Mei lalu, Ukraina telah menerima 1,2 juta dosis, menurut Menteri Kesehatan Maxim Stepanov.

Taktik Ancaman China

Di masa lalu, pemerintah China tidak asing dengan cara-cara seperti ini. Negara komunis menekan negara-negara lain di lingkaran diplomatik Jenewa atau di komunitas internasional lain untuk berbaris di belakang pernyataannya. Selain itu juga untuk menghindari pernyataan pendukung yang mengkritik, mempertanyakan atau mencari pengawasan hak asasi manusia di negara itu.

Situasi masih bisa berubah. Di bawah praktik dewan beranggotakan 47 negara, negara-negara dapat menambahkan nama mereka ke pernyataan atau resolusi hingga dua minggu setelah sesi berakhir. Sesi 3 1/2 minggu saat ini yang dimulai pada hari Senin berlangsung hingga 13 Juli.

Duta Besar Kanada Leslie Norton mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa “laporan yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa lebih dari satu juta orang telah ditahan secara sewenang-wenang di Xinjiang.” Pernyataan Norton awalnya didukung oleh 41 negara dan kini didukung oleh 44 negara. Ukraina sempat menjadi negara ke 45.

Norton juga menunjuk pada “laporan penyiksaan atau perlakuan atau hukuman yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat, sterilisasi paksa, kekerasan seksual dan berbasis gender dan pemisahan paksa anak-anak dari orang tua mereka oleh pihak berwenang” di China.

Juga pada Selasa, seorang diplomat China mengecam kekurangan dalam catatan hak-hak Kanada sendiri, terutama menunjuk pada pelanggaran terhadap masyarakat pribumi. Belarus membacakan pernyataan bersama – yang diduga oleh 64 negara – berbicara untuk membela hak China untuk mengelola urusan internalnya sendiri seperti dengan Hong Kong atau Xinjiang.

Seorang juru bicara sekretariat dewan mengatakan Belarus belum memberikan daftar 64 negara itu. Misi diplomatik Belarus di Jenewa tidak segera menanggapi email dari AP yang mencari daftar negara-negara tersebut.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinacovid-19Pelanggaran HAM Berat oleh China terhadap Muslim UighuruighurUkrainaxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wamenag Prihatin Munculnya Aliran Sesat, Wamenag Ajak Umat Islam Belajar dari Ulama yang Keilmuannya Jelas
Tulisan selanjutnya PTUN dan Pertaruhan Moeldoko: Partai Demokrat Pun Terus Digoyang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?