Hidayatullah.com—Maskapai penerbangan nasional Ethiopia, Ethiopian Airlines, membantah laporan yang menyebutkan bahwa pesawatnya mengangkut senjata ke daerah konflik Tigray.
Maskapai itu mengatakan bahwa setelah lalu lintas udara dibuka kembali pihaknya hanya dibeikan izin untuk memberikan pelayanan komersial yang esensial yaitu transportasi warga sipil, lansir BBC Ahad (1/8/2021).
Penerbangan ke dan dari daerah Tigray diberhentikan sejak konflik pecah pada November 2020.
Jalur transportasi udara dibuka kembali pada bulan Desember 2020, lalu ditutup lagi beberapa pekan lalu ketika pasukan pemberontak Tigray mulai memerangi pasukan pro-pemerintah Addis Ababa.
Ethiopian Airlines mengatakan pihaknya tidak memiliki jadwal penerbangan ke Tigray sejak penutupan belum lama ini.
Maskapai itu mengatakan laporan-laporan itu berasal dari pihak-pihak yang ingin merusak dan mencoreng citranya.
Foto-foto aparat berseragam yang tampak sedang keluar dari sebuah pesawat adalah foto lawas dan pihaknya tidak pernah mengangkut tentara untuk dibawa ke daerah pertempuran, tegas Ethiopia Airlines dalam sebuah pernyataan.*