Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Taliban: Perempuan Afghanistan akan Kembali ke Sekolah Menengah ‘Sesegera Mungkin’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 September 2021 19:10 7:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 September 2021 21:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Anak perempuan perlu menunggu beberapa waktu untuk kembali ke sekolah menengah di Afghanistan, menurut juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid. Pernyataan itu menyusul kekhawatiran yang tumbuh atas nasib pendidikan perempuan di bawah pemerintahan baru, lansir Al Jazeera.

Berbicara pada konferensi pers di ibu kota Kabul pada hari Selasa (21/09/2021), Mujahid mengatakan kelompok itu sedang “menyelesaikan sesuatu” dan bahwa gadis sekolah menengah akan kembali ke kelas “sesegera mungkin”.

Pada hari Sabtu (18/09/2021), Kementerian Pendidikan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, “Semua guru dan siswa laki-laki harus menghadiri lembaga pendidikan mereka”, tetapi tidak menyebutkan anak perempuan atau perempuan.

Sebagai bagian dari aturan baru mereka tentang pendidikan, anak perempuan dan perempuan hanya dapat diajar oleh guru perempuan atau, dalam kasus di mana tidak ada cukup guru perempuan, oleh laki-laki “lebih tua” yang telah menunjukkan bahwa mereka “saleh”. Demikian pula, perempuan dapat kembali ke universitas tetapi harus belajar di bawah beberapa bentuk pemisahan gender.

Mujahid mengatakan “lingkungan belajar yang aman” perlu dibangun sebelum anak perempuan yang lebih tua dapat sepenuhnya kembali ke sekolah. Dia tidak memberikan rincian tentang apa yang sebenarnya perlu dilakukan untuk menciptakan lingkungan seperti itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia juga tidak menjelaskan kekurangan apa yang dimiliki sistem pendidikan sebelumnya yang dianggap Taliban sebagai hambatan bagi anak perempuan untuk kembali ke sekolah. Sekolah menengah juga dipisahkan di bawah pemerintahan sebelumnya.

Kekhawatiran Meningkat

Ketidakjelasan Mujahid telah menyebabkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan pendidik dan siswa perempuan yang takut bahwa Taliban dapat kembali ke pembatasan garis keras dari pemerintahan lima tahun mereka pada 1990-an. Pada saat itu, semua perempuan dan anak perempuan dilarang sekolah. Hanya dokter wanita yang bisa terus bekerja.

Sejak Taliban merebut kembali kekuasaan bulan lalu 20 tahun setelah disingkirkan dalam invasi pimpinan AS, Taliban telah mengirimkan sinyal yang beragam tentang hak-hak perempuan.

Mereka telah mengizinkan pekerja perempuan di Kementerian Kesehatan untuk melanjutkan pekerjaan, dan beberapa perwakilan mereka mengunjungi pekerja kesehatan perempuan pada hari-hari setelah mereka mengambil alih, meyakinkan mereka bahwa mereka akan dapat melanjutkan pekerjaan mereka tanpa hambatan.

Namun, wanita lain di Kabul, Herat dan Kandahar telah melaporkan bahwa mereka tidak dapat kembali bekerja di bawah pemerintahan Taliban.

Tahun lalu, pemerintah Afghanistan sebelumnya dan menteri pendidikan perempuannya juga mendapat kecaman karena usulan pembatasan pendidikan sekolah anak perempuan.

Pada saat itu, penjabat Menteri Pendidikan Rangina Hamidi dikritik keras karena kebijakan yang akan membuat gadis yang lebih tua tidak bernyanyi di acara sekolah, meskipun sekolah juga dipisahkan berdasarkan gender di bawah pemerintahan itu.

Larangan bernyanyi dicabut setelah kampanye media sosial.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanperempuanTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya utusan khusus myanmar ASEAN Kirim Bantuan ke Myanmar, Indonesia Sumbang Rp 2,8 M
Tulisan selanjutnya angka kemiskinan Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Turun Hingga 9,8 persen di Akhir Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?