Hidayatullah.com–Burkina Faso dan Niger mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan pasukan gabungan mereka telah membunuh 100 militan Muslim dalam dua minggu operasi.
Tidak ada konfirmasi independen atas klaim tersebut, yang dikeluarkan sehari setelah presiden Burkina Faso Roch Kaboré memecat perdana menterinya menyusul protes kemarahan rakyat atas meningkatnya jumlah korban serangan kelompok Muslim bersenjata.
Pada hari Kamis (9/12/2021), setidaknya 13 anggota milisi sipil yang memerangi para militan itu tewas di bagian utara Burkina Faso.
Pasukan sukarelawan itu dibentuk tiga tahun lalu dalam upaya menghentikan penyebaran kekerasan kelompok Muslim. Sejauh ini lebih dari 250 anggotanya sudah terbunuh.
Puluhan tentara dan polisi juga tewas selama setahun terakhir.*