Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah New Zealand Beri Penghargaan Keberanian Terkait Serangan Masjid Christchurch 2019

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Desember 2021 10:13 10:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Desember 2021 10:10
Bagikan
Masjid Al-Noor di kota Christchurch, New Zealand.
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah New Zealand memberikan penghargaan kepada 10 orang atas keberanian mereka menghadapi pelaku penembakan di dua masjid di kota Christchurch.

Lima puluh satu orang dibunuh oleh seorang pria bersenjata di dua masjid di kota itu pada 15 Maret 2019.

Pekerja perbaikan jalan Wayne Maley merupakan satu dari 10 orang yang pada hari Kamis (16/12/2021) menerima anugerah keberanian dari pemerintah, atas jasa mereka menyelamatkan nyawa orang lain saat terjadi serangan tersebut.

“Meskipun kami tidak bisa berbuat banyak, (…) kami menyelamatkan beberapa orang, Anda tahu,” kata Marley, salah satu orang yang pertama datang menolong korban.

Wakil Sekretaris Kabinet Rachel Hayward mengatakan penghargaan itu merupakan cara New Zealand untuk mengakui keberanian penerima anugerah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya kira, bagi semua orang yang terlibat ini adalah hari yang penuh dengan perasaan campur aduk,” katanya.

Selain itu, dua jamaah Muslim – yang pada waktu berbeda menghadapi langsung pria bersenjata pelaku serangan itu untuk berusaha menghentikan pembantaian – masing-masing dianugerahi New Zealand Cross, penghargaan tertinggi dari negara untuk untuk warga sipil.

Salah satu penerimanya, Dr. Naeem Rashid, terbunuh ketika dia berusaha menghentikan aksi pelaku.

Sementara Abdul Aziz, yang selamat setelah berhasil mengelak dari tembakan peluru, dianugerahi medali tertinggi itu karena berusaha menghentikan serangan dan mengejar pelaku yang kabur.

Pelaku serangan, seorang warga Australia penganut ideologi supremasi kulit putih bernama Brenton Tarrant, tahun lalu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat setelah mengaku bersalah atas 51 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan dan satu dakwaan terorisme.

Seremoni untuk menghormati para peraih penghargaan akan diadakan awal tahun depan, lansir Euronews.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Brenton TarrantChristchurchmasjidNew Zealandsupremasi kulit putih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBNU Putuskan Percepat Pergelaran Muktamar NU ke-34 Jadi 22 Desember
Tulisan selanjutnya US CDC: Vaksin J&J Kurang Efektif dan Fatal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?