Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Mahasiswa Asal Afrika Terjebak di Ukraina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Februari 2022 18:03 6:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Februari 2022 18:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan orang asal negara-negara Afrika yang belajar di Ukraina sangat ingin segera angkat kaki ketika Rusia menginvasi negara itu. Namun, dengan dibatalkannya penerbangan dan pilihan lain yang terbatas, tidak banyak yang dapat dilakukan oleh pemerintah mereka

“Semua orang dalam tekanan – ada ledakan di berbagai kota, termasuk kota tempat saya tinggal, Kyiv,” kata mahasiswi berusia 23 tahun asal Nigeria Sarah Ajifa Idachaba, yang sedang belajar kedokteran di ibukota Ukraina bersama dengan kakak perempuannya, kepada DW Kamis (24/2/2022).

“Saya dan saudara perempuan saya panik karena kami tidak tahu apa yang akan terjadi. Kami tidak aman dan kami tidak yakin dapat pergi dari sini karena bandara ditutup,” kata Idachaba, setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Kamis pagi. 

Ukraina telah menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil, termasuk dari bandara Kyiv, dengan alasan risiko keselamatan yang tinggi.

“Kami adalah warga Nigeria, dan kami membutuhkan bantuan. Tolong jangan abaikan kami, jangan tinggalkan kami sendiri,” katanya. 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Temi Rosabel Tseye-Okotie asal Nigeria, yang juga belajar kedokteran di Ukraina, memiliki perasaan yang sama dengan Idachaba. 

“Sejujurnya? Kami takut – kami tidak tahu harus berbuat apa. Informasi yang kami dapatkan dari pemerintah Nigeria pada dasarnya adalah bahwa kami sendirian,” katanya kepada DW.

Sekitar 4.000 orang Nigeria saat ini belajar di Ukraina. Sebagian dari mereka menggunakan media sosial untuk menumpahkan kekesalan mereka tentang kurangnya informasi dari pemerintah Nigeria.

“Presiden Nigeria Muhammadu Buhari  telah memberi tahu warganya di Ukraina untuk menolong diri mereka sendiri,” tulis Ron Peters di laman Facebook DW Afrika. “Akan mengejutkan banyak orang jika dia menawarkan bantuan.”

Pada Kamis sore, Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyeama mengatakan dalam sebuah video yang dirilis di Twitter bahwa begitu bandara dibuka kembali, pemerintahnya akan membantu evakuasi orang-orang yang ingin meninggalkan Ukraina.

Orang Nigeria merupakan kelompok mahasiswa asing terbesar kedua di Ukraina. Kelompok terbesar adalah

dari Maroko dengan 8.000 mahasiswa, sementara Mesir di urutan ketiga dengan 3.500 mahasiswa. 

Dua minggu lalu, pemerintah Maroko meminta warganya untuk meninggalkan Ukraina sesegera mungkin, sementara kepala komunitas Mesir di Ukraina, Ali Farouk, mengatakan pekan lalu bahwa pihak berwenang di Ukraina dan kedutaan Mesir sedang mengoordinasikan pemulangan mahasiswa Mesir.

Lebih dari 20% siswa internasional Ukraina adalah orang Afrika, yang belajar di berbagai kota di seluruh penjuru negeri itu. Banyak yang tertarik dengan sekolah teknik dan kedokteran yang bagus di negara tersebut, ditambah dengan biaya yang relatif rendah. 

Kedutaan Besar Nigeria di Kyiv pada hari Kamis menyarankan warga negara Nigeria yang tinggal di Ukraina untuk “tetap tenang tetapi sangat waspada dan bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan pribadi mereka.” 

Richard, seorang warga Nigeria yang tinggal di Kyiv yang meminta agar nama lengkapnya tidak diungkapkan, mengatakan kepada DW bahwa dia mencoba mengikuti saran itu. 

Dia mengatakan dia melihat orang-orang mengemasi barang-barang mereka ke dalam mobil dan melarikan diri dari rumah mereka. 

Richard mengatakan banyak orang berharap untuk pergi ke bagian barat, jauh dari perbatasan dengan Rusia, dengan harapan mendapat keamanan di perbatasan Polandia. 

Namun, dia tidak mau mengikuti cara mereka.

“Saya akan tetap tinggal di dalam rumah,” katanya. “Jalanan tidak aman. Saran saya tetap di rumah. Tidak baik mengambil keputusan saat Anda dalam keadaan panik,” katanya.

Dia bahkan tidak berani keluar rumah untuk membeli kebutuhan, katanya, karena “antrian di depan toko dan apotek tidak ada habisnya.”

“Tolong bantu kami,” tulis Augustine Akoi Kollie, mahasiswa kedokteran tahun kelima yang tinggal di Ternopil, Ukraina bagian barat, kepada DW lewat media sosial. Dia berasal dari Liberia.

Meskipun pemerintah Zimbabwe telah mengatakan siap untuk menerbangkan warganya keluar dari Ukraina, mahasiswa asal Zimbabwe Mellisa Charuvira mengatakan kepada DW bahwa tawaran itu tidak membantu dalam situasi saat ini, karena tidak ada cara untuk meninggalkan Ukraina.

“Tidak ada transportasi – tidak ada bus dari Kyiv ke kota-kota lain,” katanya sambil menangis. 

Zimbabwe tidak memiliki kedutaan besar di Ukraina. Perwakilan diplomatik terdekatnya adalah di ibu kota Jerman, Berlin. 

“Kami telah menghubungi Duta Besar Zimbabwe di Berlin, dan dia mengatakan dia sedang mengatur sesuatu. Saat ini kami tidak memiliki perlindungan. Kami tidak bisa keluar melalui perbatasan manapun. Permintaan saya adalah agar kami dievakuasi,” kata Charuvira.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikainvasimahasiswaMesirnigeriarusiaUkrainaZimbabwe
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UEFA: Final Champions League Mei 2022 Dipindah dari St Petersburg ke Paris
Tulisan selanjutnya sudan PBB: Sudan Lepaskan Sebagian Besar Tahanan Demonstran Pro-demokrasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?