Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

The Kashmir Files: Film Propaganda Penghasut Kebencian Terhadap Muslim

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 23 Maret 2022 14:01 2:01 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 23 Maret 2022 14:00
Bagikan
The Kashmir Files
Bagikan

The Kashmir Files, propaganda terbaru yang didukung partai penguasa India, bertujuan untuk menghasut para fanatik Hindu untuk terus mendiskriminasi dan menindas umat Islam

Hidayatullah.com — Saat lampu mulai menyala dan credit title film The Kashmir Files mulai bergulir, seorang pria Hindu berdiri dan berteriak di depan para penonton bioskop: “Tembak para pengkhianat.” “Matilah orang Islam.” “Kami akan balas dendam.”

Tidak lama, suara-suara lain bergabung dengannya. Teriakan kebencian mereka dengan cepat mengubah bioskop itu menjadi unjuk rasa anti-Muslim yang mematikan. Gerombolan itu dibuat gila oleh film kontroversial yang baru saja mereka tonton. Terkadang, slogan-slogan Islamofobia juga mereka teriakkan di jalan.

Ini adalah adegan-adegan yang mengganggu, direkam dalam video dan dibagikan di media sosial, yang terjadi di bioskop seluruh penjuru India yang menayangkan The Kashmir Files. Drama berbahasa Hindi, yang dirilis awal bulan ini, telah meraup sukses besar di box-office – bahkan ketika itu memecah belah penonton India.

Bagi para pembelanya, film ini adalah penggambaran luar biasa oleh Bollywood atas salah satu bab tergelap dalam sejarah India modern: eksodus sekitar 100.000 umat Hindu dari Lembah Kashmir menyusul pemberontakan pada tahun 1990. Perdana Menteri Narendra Modi telah memberikan dukungan dan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menguasai pemerintah telah secara aktif berusaha untuk mempromosikannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tetapi para pengkritik menyebut film The Kashmir Files sebagai propaganda hasutan yang berupaya memicu kebencian terhadap Muslim dan mempersenjatai agenda nasionalis Hindu BJP. Singapura, UEA dan Qatar bahkan telah melarang pemutaran film tersebut, menurut sutradara Vivek Agnithori.

Eksodus massal

Puluhan ribu Hindu Kashmir, juga dikenal sebagai Pandit, meninggalkan Lembah Kashmir yang mayoritas Muslim antara bulan Januari dan Maret 1990 di tengah kekerasan akibat merebaknya pemberontakan separatis yang terus berlangsung hingga hari ini.

Dihadapkan dengan serangan dan ancaman terhadap kehidupan mereka, banyak Pandit melarikan diri dari wilayah tersebut dengan pakaian di punggung mereka – meninggalkan tanah leluhur, rumah, bisnis, dan harta benda. Beberapa berakhir miskin di kamp-kamp untuk pengungsi internal.

The Kashmir Files menggambarkan eksodus massal ini sebagai tindakan genosida – istilah yang sejak lama digunakan kelompok Hindu sayap kanan pendukung perjuangan Pandit menggambarkan peristiwa tersebut – yang dilakukan oleh militan Islam.

“Menjelekkan Muslim Kashmir tidak membantu para Pandit … kebencian memecah belah dan membunuh”
Shashi Tharoor, politisi oposisi

BJP, partai penguasa India, telah melemparkan dukungannya kepada film ini. Salah satu menteri Hardeep Singh Puri di Twitter mengatakan bahwa “penggambaran dan penceritaan sensitif (oleh film) melakukan keadilan penuh terhadap penderitaan Kashmir”.

Anggota BJP, perusahaan afiliasi, dan perguruan tinggi telah berlomba-lomba menggelar pemutaran The Kashmir Files, karena beberapa negara bagian yang dikuasai partai telah membebaskan pajak tiket bioskop khusus untuk film tersebut. Bahkan sampai tahap di mana para pegawai pemerintah didorong mengambil cuti untuk menontonnya.

Dr Shakti Bhan Khanna, seorang ginekolog dan Pandit Kashmir, mengatakan film tersebut “100 persen benar” dengan pengalamannya melarikan diri dari wilayah itu beberapa dekade lalu dan “menunjukkan peristiwa persis seperti yang terjadi”.

“Kepada mereka yang mengatakan itu menjelekkan Muslim Kashmir, yang bisa saya katakan adalah jika seseorang disiksa, ada seseorang yang melakukan penyiksaan,” katanya.

Sikh, Muslim dan Kristen ‘Hidup dalam ketakutan’

Namun, pihak lain menuduh film tersebut memicu sentimen anti Muslim, revisionisme, ketidakakuratan faktual dan mengabaikan alasan kompleks dan beragam di balik eksodus massal.

Kritikus film, Rahul Desai, menggambarkan film tersebut sebagai “kata-kata kasar fantasi-revisionis yang kurang jelas, tidak terampil, dan tidak masuk akal, di mana setiap Muslim adalah seorang Nazi dan setiap Hindu, seorang Yahudi.” Itu adalah propaganda yang berusaha hanya untuk menyesuaikan dengan suasana nasionalis Hindu bangsa, lanjutnya.

Adanya kekhawatiran kalau film tersebut mungkin memicu kekerasan membuat kepolisian New Delhi meningkatkan keamanan di beberapa lingkungan. Bahkan seorang jurnalis Muslim, yang tidak ingin namanya disebutkan, yang tinggal di ibu kota mengaku dia khawatir film itu akan “memicu pembantaian Muslim” karena sangat provokatif.

Mehru Jaffer, seorang sejarawan dan penulis India, mengatakan bahwa dia menyambut baik diskusi publik tentang “periode memalukan” dari sejarah Kashmir yang merupakan eksodus Pandit, tetapi ia menyesalkan adanya politisasi terhadap film tersebut yang tidak berusaha “untuk mengobati luka lama [dan] menyarankan cara untuk bersatu”.

“Film ini bukan tentang tragedi yang dialami Pandit tapi tentang nasionalisme Hindu,” katanya. “Ini adalah film bermotivasi politik yang dalam jangka panjang dapat merugikan India lebih dari menyembuhkan garis patahan yang sudah ada.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BollywoodfilmIslam di IndiaRasisme India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polio Muncul di Malawi Jutaan Anak di Selatan Afrika akan Divaksinasi
Tulisan selanjutnya Ketua MUI Tegaskan Pernikahan Beda Agama Haram dan Tidak Sah: Selamanya Zina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?