Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Kai’s Saied Membubarkan Parlemen Tunisia

Dija
Terakhir diupdate: 31 Maret 2022 10:04 10:04 am
Dija
Dipublikasikan 31 Maret 2022 10:04
Bagikan
Presiden Tunisia Kais Saied
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Tunisia Kais Saied hari Rabu (30/3/2022) membubarkan parlemen, satu lagi langkah kontoversial yang dilakukannya sejak menjabat.

Dilansir Associated Press, Presiden Kais Saied mengumumkan keputusan itu dalam pidato yang disiarkan di televisi, setelah para anggota legislatif yang dipimpin partai oposisi menggelar rapat virtu guna mencari jalan untuk menganulir langkah-langkah Presiden Kais Saied yang memborong kekuasaan di tangannya tahun lalu.

Sebagai mana diketahui, Saied telah menghentikan aktivitas parlemen, yang akibatnya sejak Juli 2021 mereka tidak dapat menggelar rapat secara resmi. Kala itu, Saied berdalih negara dalam “jurang bahaya” karena masyarakat terus menggelar aksi protes dan krisis perekonomian negara berkepanjangan. Sejak itu, dia menjalankan pemerintahan dengan cara mengeluarkan dekrit.

Gaya pemerintahan Saied dipandang sebagian kalangan telah mencoreng citra Tunisia sebagai model demokrasi dan pluralisme di kawasan Arab. Aksi protes tahun 2011 yang menggulingkan kekuasaan diktator Zine El Abidine Ben Ali, menginspirasi rakyat di beberapa negara Arab untuk turun ke jalan memprotes pemerintahan yang dianggapnya tidak adil dan sewenang-wenang.

Ketua parlemen Rached Ghannouchi, pentolan partai berlatar belakang Islam Ennahdha, mengadakan sesi parlemen virtual khusus untuk menolak langkah-langkah Saied, dengan peserta 116 dari 217 legislator. Partai itu dan para kritikus lainnya menggambarkan tindakan presiden tahun lalu sebagai kudeta yang tidak konstitusional.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menanggapi rapat virtual itu, Saied mengecam sesi parlemen itu sebagai “ilegal dan tidak sah” dan menuduh anggota parlemen yang berpartisipasi terlibat dalam upaya “makar” membayakan keamanan Tunisia yang bertujuan untuk menyebarkan perpecahan di masyarakat. Dia memperingatkan bahwa dirinya menentang kekerasan politik, mengancam penyelenggara dengan gugatan hukum dan mengumumkan dia membubarkan parlemen seluruhnya.

“Dalam masa-masa sulit dan rentan ini, tugas dan tanggung jawab mengharuskan kita untuk melindungi negara dari kehancuran,” katanya beralasan.

Saied berjanji akan menggelar referendum tentang reformasi politik yang direncanakan pada 25 Juli — bertepatan dengan peringatan hari dia mulai memborong kekuasaan — dan pemilihan legislatif baru pada 17 Desember.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EnnahdaKais SaiedparlemenRachid Al-Ghannouchitunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelang Ramadhan, Zionis ‘Israel’ Perkuat Kepungan Gaza
Tulisan selanjutnya GP Ansor HTI Sebut Antisipasi Tantangan Kebhinekaan, Yaqut Cholil Qoumas Minta GP Ansor Siap Hadapi Eks HTI dan FPI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?