Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tidak Hanya di Prancis, Pelecehan Seksual Anak juga Terjadi di Gereja Katolik Portugal

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 April 2022 22:02 10:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 April 2022 03:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Komisi ahli yang menyelidiki tuduhan pelecehan seksual anak yang dilakukan Gereja Katolik Portugal telah menerima 290 pernyataan saksi dari para korban dalam tiga bulan pertama penyelidikan dimulai.

Komisi menyebut kesaksian itu bisa jadi “hanya puncak dari gunung es”.

“Ada beberapa kasus pelecehan seksual terhadap anak dan remaja di masa lalu,” kata Pedro Strecht, seorang psikiater yang mengepalai Komisi Independen untuk Studi Pelecehan Anak di Gereja.

Separuh dari 290 kesaksian menunjukkan bisa jadi ada “lebih banyak korban”.

Komisi ahhli beranggotakan enam orang, yang meliputi psikiater, mantan hakim Mahkamah Agung dan seorang pekerja sosial, memulai penyelidikan dengan menjanjikan anonimitas kepada siapa pun yang bersaksi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Komisi mengatakan memiliki alasan untuk percaya bahwa pejabat gereja, termasuk uskup yang namanya tidak diungkapkan, berusaha menutupi pelecehan seksual selama bertahun-tahun.

“Seringkali kasus memindahkan pelaku dari satu tempat ke tempat lain. Seolah-olah pada saat itu, tempat dipandang sebagai alasan utama, bukan orangnya,” kata Strecht.

Penyelidikan Gereja Katolik Portugal dimulai setelah pada tahun lalu sebuah laporan mengungkapkan bahwa pendeta-pendeta Prancis telah melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 200.000 anak dalam periode 70 tahun.

Para korban pelecehan seksual lahir antara tahun 1933 dan 2009 dan berasal dari berbagai latar belakang dan negara, termasuk Portugal.

Komisi Portugial, yang memiliki situs web dan saluran teleponnya sendiri, bergantung pada terduga korban untuk maju bersaksi agar dapat membangun kasus melawan pejabat Gereja. Tetapi komisi itu juga memiliki akses ke catatan sejarah Gereja. Komisi berharap untuk menyelesaikan laporan pada akhir tahun ini.

Komisi mengatakan telah mendekati 21 uskup Portugal untuk wawancara guna membahas pekerjaannya, tetapi hanya 12 yang menyetujui pertemuan.

“Jumlah [korban] tidak berhenti di sini … kami hanya di puncak gunung es,” kata Ana Nunes Almeida, sosiolog Universitas Lisbon dan anggota komisi penyelidikan.

Dia mengatakan ada berbagai macam dugaan pelecehan, mulai dari paparan tidak senonoh hingga penetrasi.

Dari 290 kesaksian, hanya 16 yang bisa diteruskan ke pengadilan untuk dilakukan penyidikan. Semua dugaan kejahatan kekerasan lainnya dilakukan lebih dari 20 tahun yang lalu, yang berarti proses hukum tidak dapat lagi dimulai terhadap pelakunya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Pelecehan seksual anakPelecehan Seksual di Gereja KatolikPelecehan Seksual pendetaPortugal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IMS – Bazis Kembali Gelar Program Ramadhan Hapus Tato Roadshow ke 5 Wilayah Jakarta
Tulisan selanjutnya Pesanan tidak sesuai Pesanan Tidak Sesuai Kriteria dalam Bisnis Online, Bagaimana?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?