Hidayatullah.com– Pasien Ebola kedua telah meninggal di Republik Demokratik Kongo beberapa hari setelah wabah baru muncul di kota Mbandaka, Provinsi Equateur.
World Health Organization (WHO) mengatakan kematian kedua adalah kerabat perempuan dari kasus pertama.
“Sulit bagi tim respons untuk melacaknya karena dia melarikan diri dari petugas di lapangan dengan alasan ke pertemuan doa,” kata Dr Gervais Folefack kepada BBC dalam wawancara lewat telepon.
“Pada saat petugas menemukannya, itu sudah terlambat. Dia meninggal sebelum menerima perawatan apa pun. Keduanya dimakamkan sesuai dengan pedoman keselamatan,” imbuhnya, seperti dikutip BBC Selasa (26/4/2022).
Pada hari Senin otoritas kesehatan mengatakan lebih dari 100 orang telah diidentifikasi sebagai kemungkinan kontak, dan vaksinasi diharapkan akan diluncurkan pekan ini.
Sebelum ini RD Kongo sudah mengalami 13 wabah Ebola, termasuk satu yang berakhir dua tahun lalu, yang menyebabkan lebih dari 2.000 kematian.
Sampel yang dianalisis di laboratorium utama di Kinshasa menunjukkan bahwa wabah baru ini tidak terkait dengan wabah-wabah yang sebelumnya.
Investigasi sedang berlangsung untuk menentukan sumber wabah baru.
Sekitar 1.300 vaksin dijadwalkan diterbangkan dari Goma, di bagian timur negara itu, ke Mbandaka. Vaksinasi akan dimulai pada hari Rabu.*