Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi India Gencarkan Penangkapan Peserta Aksi Penghina Nabi, Rumah Dihancurkan, Aktivis Ditarik Jilbabnya

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Juni 2022 12:13 12:13 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 Juni 2022 12:30
Bagikan
Aktivis Muslim Aysha Renna menderita luka-luka selama aksi protes menentang penghancuran rumah tokoh Islam di Malappuram Kerala, polisi menarik jilbabnya dan dipermalukan di depan umum (video twitter)
Bagikan

Hidayatullah.com— Pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh (UP) India telah menghancurkan rumah beberapa orang aktivis Muslim yang dituduh terlibat dalam kerusuhan pekan lalu yang dipicu oleh pernyataan menghina Nabi Muhammad yang dibuat oleh tokoh-tokoh partai nasionalis Hindu, kata para pejabat hari Ahad.

Polisi Kashmir telah menangkap seorang pemuda karena mengunggah video yang mengancam akan memenggal kepala seorang mantan juru bicara partai berkuasa di India itu karena membuat komentar yang menghina Nabi Muhammad.   Video, yang diedarkan di YouTube, telah dihapus oleh pihak berwenang sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk membendung kerusuhan yang telah menyebar ke seluruh negeri.

Sementara itu, seorang aktivis Muslim Aysha Renna menderita luka-luka selama aksi protes menentang penghancuran rumah tokoh Islam di Malappuram Kerala. Seperti dilansir Maktoob Media , Renna sedang memimpin protes blokade jalan raya menentang pembongkaran rumah aktivis Muslim Afreen Fatima di Uttar Pradesh (UP), India.

Aktivis hak asasi manusia @AyshaRenna memimpin protes damai menentang penghancuran rumah Muslim ilegal, jadi polisi Kerala membuldoser rumahnya, menyeretnya ke jalan dan kemudian mempermalukannya di kantor Polisi.pic.twitter.com/a0QSIEPwoR

— Hidayatullah.com (@hidcom) June 13, 2022

Renna menyatakan bahwa dia dipermalukan di depan umum oleh seorang petugas polisi. Dalam sebuah video yang viral di media massa, terlihat para petugas menangkapnya, dalah salah seorang aparat menerik jilbab dan menyeretnya.

Perlu dicatat, Renna adalah aktivis penentang aktif Undang-Undang Amandemen Kewarganegaraan (CAA) tahun 2019, yang sangat diskriminatif pada umat Islam. Renna juga salah satu di antara banyak peserta aksi unjuk rasa menentang penerapan CAA-NRC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara Afreen Fatima adalah putri aktivis Muslim India, Javed Mohammad, yang saat ini dituduh jadi tersangka utama dalam kekerasan dalam unjuk rasa menentang penghinaan nabi Muhammad di Prayagraj, menyusul pernyataan juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma dan komentar tidak menyenangkan Naveen Jindal terhadap Nabi.

https://twitter.com/mhassanism/status/1535910757518303232

Selama akhir pekan, Kepala Menteri Negara bagian Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, memerintahkan para pejabat untuk menghancurkan ‘tempat-tempat ilegal’ dan rumah-rumah orang yang dituduh terlibat dalam kerusuhan, kata juru bicara negara bagian BJP.

Mrityunjay Kumar, seorang penasihat media Adityanath, mengunggah foto buldoser melalui akun twitter yang sedang menghancurkan sebuah bangunan dan berkata, “Ingat elemen-elemen yang tidak dapat diatur, setiap hari Jumat diikuti oleh hari Sabtu.”

Para pemimpin oposisi mengatakan pemerintah Adityanath sedang mengejar metode yang tidak konstitusional untuk membungkam pengunjuk rasa.

Komunitas Muslim menggelar demonstrasi jalanan untuk memprotes komentar anti-Islam yang dikeluarkan pekan lalu oleh dua anggota partai nasionali Hindu yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi itu.

Komentar anti-Islam

Sebelumnya, aparat telah menembak mati dua orang yang dituduh ikut aksi unjuk rasa. Korban bernama Mudasir (14), dan Sahil Ansari (19).

Mudasir ditembak di bagian kepala oleh aparat polisi dan meninggal karena luka-lukanya di Institut Ilmu Kedokteran Rajendra, kata pamannya Shahid Ayyubi kutip Aljazeera.

Saudara laki-laki Sahil, Faizan, mengatakan dia terkena peluru di punggungnya saat pulang ke rumah setelah shalat Jumat.  “Peluru itu memecahkan ginjalnya dan dia meninggal di rumah sakit setelah beberapa waktu,” kata Faizan kepada Aljazeera, seraya menambahkan saudaranya bahkan bukan bagian dari peserta protes, Sahil hanya menjalankan bengkel aki di kota.

Unjuk rasa menyebabkan bentrokan antara Muslim dan kelompok Hindu di beberapa daerah. Polisi di Uttar Pradesh, polisi menangkap lebih dari 300 orang sehubungan dengan aksi tersebut.

Ketegangan terbaru sebagai contoh terbaru dari tekanan dan penghinaan komunitas Muslim di bawah partai berkuasa, BJP, tentang berbagai isu. Mulai dari kebebasan beribadah,  hak memakai jilbab dan konsumsi daging sapi.

Di negara bagian timur Bengal Barat, pihak berwenang memberlakukan undang-undang darurat yang melarang pertemuan publik di distrik industri Howrah hingga 16 Juni. Presiden BJP Benggala Barat hari Ahad melakukan protes duduk dan menuduh negara tetangga Bangladesh, negara berpenduduk mayoritas Muslim, menghasut kekerasan di negara bagian tersebut.

Pihak berwenang juga memberlakukan undang-undang darurat yang melarang pertemuan publik di distrik industri Howrah hingga 16 Juni. Ratusan orang ditangkap dengan tuduhan membuat kerusuhan dan mengganggu ketertiban umum, sementara layanan internet dihentikan selama 48 jam.

Negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Omar dan Iran, mitra dagang utama India, melakukan protes resmi melalui saluran diplomatik dan meminta pemerintah untuk menyampaikan permintaan maaf.

Kementerian Luar Negeri India pekan lalu bersikeras bahwa pernyataan atau pernyataan apa pun yang dibuat oleh dua mantan anggota BJP itu tidak mencerminkan pandangan resmi pemerintah.

Pimpinan BJP telah mengeluarkan instruksi kepada anggota senior partai untuk berhati-hati dalam menyentuh isu-isu yang berkaitan dengan agama. Namun Perdana Menteri Narendra Modi sejauh ini belum mengomentari kerusuhan komunal ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aktivis Muslim India. islamofobia Indiamuslim Indiapenitaan Nabi IndiaUnjuk rasa Penghina Nabi India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya viral dukun rara Viral Dukun Rara Gagal Hentikan Hujan, Netizen: Remotenya Habis Baterai
Tulisan selanjutnya Sekali Lagi Soal Pernikahan Nabi dan Sayyidah Aisyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?