Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jumlah Pemeluk Kristen Australia Turun, Sementara Islam dan Agama Minoritas Naik

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Agustus 2022 13:12 1:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Agustus 2022 13:10
Bagikan
Seorang pemimpin imam Katolik India merayakan Misa pribadi pada acara Minggu Palma selama lockdown nasional sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19 di Kota Secunderabad, pada 5 April 2020. (Foto: AFP)
Bagikan

Hidayatullah.com—Di saat menurunnya jumlah pemeluk Kristen di Australia, kelompok agama Islam dan Hindu justru bertambah secara signifikan. Menurut ABC News, jumlah kelompok agama minoritas meningkat semakin meningkat.

Balasubramaniam Rangarajan, salah satu penyelenggara acara, Festival Chariot, salah satu acara keagamaan Hindu terbesar di Melbourne, kagum melihat jumlah peserta yang datang. Sebagai presiden di Kuil Shri Shiva Vishnu di kawasan Carrum Downs, ia mengatakan ada peningkatan jumlah pemeluk Hindu yang besar dalam dua puluh tahun terakhir.

“Saat pertama kali datang ke Australia di tahun 1988, hanya ada sedikit kuil Hindu di Australia,” ujarnya dikutip ABC berbahasa Indonesia. “Sekarang yang datang orang-orang dari penjuru Victoria, karena ada kesempatan berkunjung ke salah satu kuil terbesar.”

Hindu menjadi salah satu agama yang berkembang pesat di Australia, menurut data sensus terbaru yang dikeluarkan Biro Statistik Australia (ABS). Peningkatannya bisa mencapai 55 persen dalam lima tahun terakhir dan saat ini 2.7 persen orang di Australia memeluk agama Hindu.

Menurut ABC, lebih dari 2,5 juta orang, sekitar 10 persen dari jumlah total penduduk di Australia memeluk agama-agama minoritas. Artinya jumlah mereka yang memeluk agama minoritas meningkat 3,5 persen dalam waktu 25 tahun, sementara jumlah pemeluk agama Kristen turun 2,6 persen di waktu yang sama, meski Kristen masih jadi agama dominan di Australia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dari agama-agama minoritas, pemeluk Islam yang terbesar, yakni 3,2 persen, diikuti pemeluk Hindu dan Buddha. Profesor sosiologi, Dr Anna Halafoff mengatakan meningkatnya pemeluk agama minoritas di Australia disebabkan oleh migrasi.

“Buddha, Hindu, Islam, yang disebut kepercayaan minoritas, faktor penyebabnya adalah historis dan juga migrasi,” katanya.

Perkembangan Hindu diikuti oleh kedatangan para pendatang dari India dan Nepal.  “Kuil bukan hanya tempat spiritual, tapi juga jaringan sosial yang memberikan kesempatan baru bagi para pendatang untuk berinteraksi dengan mereka yang berasal dari negara, latar belakang, dan tradisi yang sama,” ujar Balasubramaniam.

“Jadi kita bersama-sama dan mendorong mereka untuk bisa menjadi bagian dari masyarakat besar yang beragam budaya.”

Di sebelah utara kuil Hindu, yakni di kawasan Springvale, ada daerah yang disebut “Nirvana Boulevard”. Dalam area seluas 750 meter itu terdapat tiga kuil Buddha yang dimiliki oleh komunitas warga China, Kamboja, dan Vietnam.

Kepala dari kuil milik komunitas Vietnam, Thich Thien Tam, pertama kali datang ke Australia sebagai pengungsi. Dengan bantuan komunitas setempat, ia mendirikan kuil di kawasan yang tadinya tempat pembuangan sampah. Tapi menurutnya ia sesuai dengan semangat Buddha yang mengubah keburukan menjadi keindahan.

“Seperti bunga lotus yang ditanam di lumpur dan tumbuh untuk berdiri tegak di bawah matahari, kuat saat diterpa angin, dan harum,” ujarnya.  “Kita sekarang berada di tanah yang dulunya pembuangan sampah dan sekarang Buddha memberikan kebaikan, kasih sayang, kedermawanan, dan pendidikan.”

Ia mengatakan meski ada banyak kuil Buddha di daerah itu, mereka punya peran di masyarakat dan untuk bersama-sama merayakan hari-hari besar dalam agama Buddha, seperti hari kelahiran Buddha. “Sejarah Buddha di Australia dimulai sekitar tahun 1850an saat periode emas berlimpah di Australia, di mana ada banyak pendatang dari China yang paham soal agama dan filosofi China,” kata Dr Halafoff.

Diperkenalkannya kebijakan “White Australia” di tahun 1901 yang hanya memperbolehkan warga kulit putih datang ke Australia, ada jumlah penurunan yang dramatis sebelum jumlahnya naik lagi.  “Sejak dihapuskannya kebijakan “White Australia” dan karena globalisasi, jumlah pendatang dari kawasan Asia terus bertambah, karenanya kita lihat peningkatan dramatis juga dari jumlah pemeluk Buddha di Australia.”

Di awal tahun 2000-an, Buddha menjadi agama terbesar kedua di Australia setelah Kristen.  Tu My Nguyen pernah menjadi pemuka Buddha selama 16 tahun dan ia datang ke Australia sebagai pelajar internasional dari Vietnam saat masih remaja.

Ia mengatakan mengikuti ajaran Buddha membantunya saat menghadapi tantangan bahasa dan studi saat itu. “Semuanya percaya kuil Buddha adalah tempat yang damai yang bisa dikunjungi saat mereka ada masalah, tapi saya melihatnya dari sisi berbeda,” katanya.

“Kuil adalah tempat yang bisa dinikmati, karena sangat dan menerima siapa pun, tempat yang bisa mengembalikan kedamaian dari dalam diri kapan pun.”

Setelah memiliki kualifikasi sebagai guru, ia mendirikan sekolah dasar di kuil tersebut pada tahun 2015.  “Anak-anak sangat baik. Mereka selalu punya energi positif, bermain dan selalu tersenyum,” ujarnya.

“Mungkin mereka suka bikin barang-barang berantakan, tapi mereka memberikan kebahagiaan. Itu alasannya saya mendirikan sekolah dasar.”

Ia mengatakan sangat penting untuk memiliki hubungan anak-anak dengan orang tua atau kakek dan nenek mereka lewat ajaran dan cara pemikiran Buddha. Di sebelah kuil Buddha komunitas Vietnam ada juga kuil Buddha Kamboja, yang dikenal dengan nama Wat Khmer Melbourne.

Simon Long sudah menjadi biksu di kuil itu selama lebih dari 10 tahun.  “Saya percaya jalan Buddha akan memberikan kedamaian dalam pikiran. Kita bisa lupakan kekhawatiran atau sekarat.”

Keberagaman Islam

Dengan peningkatan pendatang dari Pakistan, Afghanistan, India dan Bangladesh dalam lima tahun terakhir, migrasi jadi kontributor terhadap perkembangan Islam di Australia dan jadi agama minoritas yang paling besar saat ini. Hampir 126 ribu orang yang tiba di Australia antara 2016 dan 2021 adalah Muslim.

Tapi sebenarnya yang menjadi faktor terbesar kedatangan Islam di Australia adalah Muslim yang lahir di Australia.  Rheme El-Hussein adalah salah satu Muslim yang lahir di Australia dengan kedua orang tua yang lahir di Lebanon dan datang ke Australia di tahun 90-an.

Saya sangat bersyukur terhadap mereka, datang dari Timur Tengah, dari sebuah negara yang sering alami peperangan dengan kehidupan yang sulit,” katanya.

Rheme, yang sudah menikah dan punya satu anak perempuan, berharap akan lebih banyak anak-anak muda yang memahami Islam. “Visi saya dalam hidup adalah agar bisa menunjukkan apa itu Islam, Muslim adalah bagian dari masyarakat Australia, dan seringkali ada konflik antara jadi Muslim dan jadi seorang warga Australia,” katanya.

Umat Muslim di Australia berasal dari hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia. Dr Halafoff mengatakan sangat penting untuk mengenal keberagaman Islam dan agam lainnya.

“Biasanya ini jadi yang tidak terlalu kita bahas atau pelajari di sekolah, keberagaman internal dari agama, tapi juga berasal dari keberagaman kelompok budaya, karena Islam cukup signifikan di Asia,” katanya.

Aileen Ma lahir dari keluarga Muslim di China dan datang ke Australia sebagai pelajar internasional di tahun 2003. Ia adalah satu dari 5.000 Muslim dengan latar belakang China di Australia.

“Enggak apa-apa dengan pertanyaan itu, meski kadang capek juga menerangkannya,” katanya.

Menurutnya ada banyak hal yang membuatnya bangga jadi bagian dari Australia. “Saya senang melihat komunitas Muslim di Australia berkembang dan ada banyak keberagaman budaya dan agama di sini,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Islam Australiapemeluk Islam di Australiapemeluk Kristen Australia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya penikaman salman rushdie Pakar: Kemungkinan Besar Mossad Dibalik Penikaman Salman Rushdie
Tulisan selanjutnya Dinilai Mirip Brigadir J, Komisi III akan Panggil Kapolri Bahas Kasus KM 50

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?