Hidayatullah.com — Aksi demonstrasi terus terjadi di kota Hyderabad di negara bagian Telangana, India setelah seorang politikus partai Nasionalis Hindu yang ditangkap karena menghina nabi Muhammad dibebaskan dengan jaminan.
Thakur Raja Singh, anggota Partai Bharatiya Janata (BJP) dari Majelis Legislatif negara bagian, ditangkap pada Selasa pagi setelah beberapa gugatan dilayangkan terhadapnya dan aksi demo terjadi di beberapa tempat di kota pada Senin malam menuntut penangkapannya.
Sebelumnya, pada Senin, Singh merilis sebuah video yang menampilkan dirinya membuat komentar menghina Nabi Muhammad SAW.
Sedangkan pada Selasa malam, Singh keluar dari penjara setelah pengadilan lokal memberinya jaminan.
Abdul Kader Saani, penjaga masjid di Hyderabad, mengatakan kepada Anadolu Agency pada Rabu bahwa demonstrasi kembali terjadi setelah politikus BJP itu dibebaskan.
Dia mengatakan protes berlanjut sepanjang malam di beberapa tempat di kota dan tetap damai.
“Satu-satunya permintaan semua orang (Muslim) adalah bahwa tindakan tegas harus diambil terhadapnya. Dia berulang kali membuat pernyataan yang menghina Islam,” kata Saani kepada Anadolu Agency (24/08/2022).
Moulana Muzaffar Hussain Khan, ulama lain di Hyderabad, mengatakan bahwa pembebasan Singh bukanlah langkah yang baik.
“Pernyataannya bertujuan untuk mengganggu kerukunan hidup bersama di sini. Ketika dia ditangkap, semua orang puas. Tapi, dia mendapat jaminan dalam beberapa jam dan umat Islam kembali turun ke jalan,” katanya.
Menghimbau pemerintah negara bagian untuk mengambil tindakan tegas terhadapnya, Khan meminta umat Islam yang memprotes untuk tidak main hakim sendiri.
Sementara, BJP pada hari Selasa memerintahkan penangguhan anggota parlemen dari partainya, sambil menunggu penyelidikan.
Jamiat Ulama-i-Hind, organisasi sosial-keagamaan Muslim terbesar di India, menyebut pernyataan menghina politikus India itu sangat memalukan dan mengejutkan.
“Penangkapan Raja Singh dan tindakan disipliner oleh partai adalah yang dibutuhkan saat ini. Namun, itu harus membuat efek jera,” kata Jamiat mengutip pemimpinnya Maulana Mahmood Asad Madani.
Pernyataan Kebencian Islam
Sebelumnya, Nupur Sharma, juru bicara BJP, membuat komentar menghina Nabi selama debat TV, menimbulkan kecaman luas baik di dalam negeri maupun di dunia Muslim.
Pernyataannya dikutuk oleh pemerintah India dan partai menskorsnya.
Juru bicara BJP lainnya, Naveen Kumal Jindal, dikeluarkan dari partai karena membuat komentar di media sosial yang mendukung Sharma dan menentang Islam.
Menyusul pernyataan mereka, demonstrasi besar-besaran digelar di seluruh negeri.
Lebih dari belasan negara mayoritas Muslim serta organisasi internasional telah mengutuk pernyataan kontroversial tersebut.
Partai Bharatiya Janata sendiri telah berulang kali menggunakan narasi anti-Islam untuk memperluas dukungan terhadapnya di dalam negeri yang sebagian besar masyarakatnya beragama Hindu.*