Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gunakan Politik Buldozer, Madrasah di Assam Dituduh Teroris, Gurunya Dituduh Anti-Nasional

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 September 2022 13:41 1:41 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 September 2022 14:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Pemerintah distrik Barpeta pada hari Senin membuldozer dan menghancurkan sebuah madrasah bernama Shaikhul Hind Mahmudul Hasan Jamiul Huda di daerah Dhakaliapara di  distrik Barpeta Assam.Polisi telah menangkap beberapa lusin orang sejauh ini sejak Maret dan penjagaan ketat di daerah-daerah yang didominasi minoritas Muslim di Assam.

Pemerintah India mengkaim, madrasah itu dihancurkan karena diduga terkait dengan Al-Qaeda Anak Benua India (AQIS) dan Tim Ansarul Bangla (ABT), kelompok teror berbasis di Bangladesh. Tidak hanya menerimah tuduhan teroris, Pemerintah Hindu yang berkuasa di Assam juga menuduh para gurunya terlibat dalam kegiatan anti-nasional, tanpa dijelaskan maksud tuduhan ini.

https://twitter.com/JuveYildiz/status/1555491510053130240

Saiful Islam alias Harun Rashid, warga Bangladesh yang bekerja sebagai guru di Masjid Dhakaliapara, ditangkap bulan lalu. Saiful Islam adalah pendiri Madrasah Syaikhul Hind Mahmudul Hasan Jamiul Huda di distrik Barpeta pada 2019.

Sebuah surat telah dikirim oleh Inspektur Polisi (Barpeta) Amitava Singha ke kantor Wakil Komisaris Distrik Barpeta pada hari Sabtu, yang menyatakan bahwa madrasah telah diduga memiliki hubungan ABT dan bahwa tanah tempat madrasah yang didirikan adalah milik pemerintah negara bagian.

“Mohammud Rasyid yang ditangkap adalah kepala madrasah yang dibongkar hari ini. Dia bertanggung jawab untuk memotivasi pemuda untuk bergabung dengan modul dan juga mengembangkan Barpeta sebagai basis kegiatan jihad,” kata Inspektur Polisi Amitava Singha dikutip EastMojo.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami tidak tahu apa itu Jihadi dan kami tidak tahu bahwa aktivitas jihad dilakukan di dalam madrasah. Baru hari ini, kami mengetahui bahwa tanah itu milik pemerintah negara bagian, ”kata salah satu penduduk setempat.

Ketua Menteri Assam Himanta Biswa Sarma mengatakan pada konferensi pers bahwa madrasah dihancurkan di bawah Undang-Undang Penanggulangan Bencana dan Undang-Undang Kegiatan Melanggar Hukum (Pencegahan) dan menambahkan bahwa siswanya diterima di sekolah yang berbeda.

“Di Morigaon hari ini, Madrasah Jamiul Huda dibongkar berdasarkan UU Penanggulangan Bencana dan UU UAPA. Empat puluh tiga siswa yang belajar di madrasah ini sekarang diterima di sekolah yang berbeda,” katanya seraya menyebutkan bahwa Syekh Mustafa memperoleh gelar doktor dalam Hukum Islam dari Bhopal Madhya Pradesh pada tahun 2017.

Menurut Polisi Assam, pengamanan ketat dikerahkan di daerah itu ketika pemerintah kabupaten menghancurkan Madrasah yang dijalankan oleh Mustafa sejak 2018. Sebelumnya, 11 orang telah ditahan dalam tindakan keras dan aksi besar-besaran 28 Juli yang mengaitkan dan menuduh mereka terlibat AQIS dan ABT.

Sudah ada 800 madrasah ditutup di Assam sejauh ini.

Politik bulldozer India

Beberapa tahun terakhir, buldoser menjadi senjata di tangan pemerintah nasionalis Hindu Partai Bharatiya Janata (BJP) di India untuk menghancurkan rumah dan mata pencaharian minoritas Muslim. Juli lalu, pihak berwenang Kota Prayagraj (sebelumnya disebut Allahabad) menghancurkan rumah aktivis politik Muslim, Javed Mohammad dengan dalih bangunan ilegal, namun klaim ini dibantah keluarga.

Para pengkritik mengatakan alasan sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan legalitas atau izin bangunan, tapi sebagai bentuk hukuman bagi Javed karena sangat vokal mengkritik pemerintah. 

Sehari sebelum penggusuran itu, polisi menangkap Javed atas tuduhan menjadi dalang unjuk rasa berujung ricuh yang dilakukan komunitas Muslim menentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad yang dilontarkan politikus BJP Nupur Sharma. Nupur Sharma telah dipecat sebagai juru bicara partai, tapi para demonstran menuntut dia ditangkap karena komentarnya yang menyinggung.

Penggusuran rumah Javed menuai kritik di India dan menjadi berita utama di seluruh dunia. Para mantan hakim dan pengacara ternama di India menulis surat kepada ketua mahkamah agung mengatakan penggunaan buldoser merupakan “pelanggaran supremasi hukum yang tidak bisa diterima” dan mendesak pengadilan bertindak menentang “kekerasan dan penindasan terhadap warga Muslim”, seperti dikutip dari BBC, Selasa (21/6/2022).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HinduHindutvaIndiaislamMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya perempuan laki-laki setara Mantan Ketua NA: Di Muhammadiyah, Perempuan dan Lali-laki Setara
Tulisan selanjutnya Pemuka Hindu di Karnataka Ditangkap karena Memperkosa Pelajar di Bawah Umur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?