Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lebih dari 1.500 Anak Australia Kehilangan Orang Tua karena Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 September 2022 14:30 2:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 September 2022 14:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Lebih dari 1.500 anak-anak di Australia diduga kehilangan orang tua karena Covid-19 selama pandemi, menurut perkiraan terbaru.

Studi global yang dilakukan Australian National University (ANU), berdasarkan data tahun 2021, menghitung bahwa untuk setiap 100 kematian terkait Covid di Australia, sekitar 13 orang di bawah usia 18 tahun kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya.

Mengingat Australia memiliki lebih dari 13.000 kematian terkait Covid selama pandemi, itu berarti sekitar 1.700 anak kehilangan setidaknya satu orang tua.

Angka yatim-piatu untuk Australia diekstrapolasi oleh ANU dari perkiraan global.

Peneliti melihat distribusi kematian akibat Covid dan usia orang tua untuk memperkirakan jumlah anak yatim. Dari kematian terkait Covid di Australia, hanya sekitar 800 yang terjadi pada orang berusia antara 20 dan 60 tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Peneliti ANU Callum Lowe mengatakan metode perhitungan itu akan menciptakan berbagai “variasi”, tetapi meyakini bahwa angka-angka itu “cukup akurat”.

Alexandra Martiniuk, seorang ahli epidemiologi di University of Sydney, mengatakan bahwa berdasarkan data terkini tentang kematian akibat Covid di seluruh dunia, angka ANU itu mewakili “perkiraan terbaik yang mungkin akan kita dapatkan”.

Dr Michael Lydeamore, seorang pemodel dan ahli epidemiologi penyakit menular di Monash University di Melbourne, mengatakan tidak ada data yang memungkinkan perbandingan dengan jumlah anak yang kehilangan orang tua karena alasan non-Covid.

Namun, dia mengatakan jumlah anak yang kehilangan orang tua karena Covid “pasti lebih tinggi” daripada mereka yang orang tuanya meninggal karena alasan lain, lansir The Guardian Kamis (1/9/2022).

Lowe mengatakan lebih banyak dukungan diperlukan untuk anak-anak yang kehilangan orang tua atau menjadi yatim-piatu selama pandemi, lantaran anak-anak itu menghadapi tantangan kesehatan mental yang unik dan berpotensi “menyebabkan yang lebih buruk di kemudian hari”.

“Kita biasanya memikirkan kematian Covid terutama di kalangan orang tua [tetapi] mereka dapat dan memang terjadi pada orang dewasa yang lebih muda, orang-orang berusia 30-an, 40-an dan 50-an, dan kematian di kalangan usia itulah yang akan menyebabkan anak-anak menjadi yatim-piatu,” katanya.

Dampak lockdown Covid-19 pada kesehatan mental masyarakat telah didokumentasikan dengan baik, terutama di kalangan orang muda.

Dalam survei yang dirilis Australian Human Rights Commission, 41% anak-anak mengatakan pandemi berdampak negatif pada kesehatan mental mereka. Sebagian besar responden mengaku khawatir tidak masuk sekolah dan memiliki lebih sedikit waktu bersama teman dan keluarga mereka.

Penelitian ANU itu menemukan rata-rata global anak-anak kehilangan orang tua karena Covid disebabkan oleh sejumlah faktor variabel seperti tingkat kesuburan, kemiskinan, dan penyakit tidak menular serta disparitas vaksin.

Martiniuk mengatakan studi global itu penting untuk perencanaan pandemi di masa depan, dan untuk memastikan vaksin didistribusikan secara adil dan secepat mungkin.

“Kita juga perlu mengakui bahwa yatim-piatu juga terjadi di sekitar HIV-Aids, tuberculosis dan penyakit-penyakit lain,” kata Martiniuk.

Sebuah studi pemodelan di Lancet menunjukkan lebih dari 5,2 juta anak di seluruh dunia telah terkena dampak berupa kematian orang tua atau kematian orang yang mengasuhnya akibat Covid-19.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakAustraliacovid-19orang tuaYatim-Piatu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abdul Hadi Awang: Tarik Pemilih Non-Muslim PAS Harus Tiru DAP
Tulisan selanjutnya Korupsi dan Cuci Uang Jutaan Ringgit Bekas Chairman Tabung Haji Kalah di Praperadilan Banding

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?