Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Puluhan Mayat Diduga Korban Perdagangan Manusia Ditemukan di Malawi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2022 15:08 3:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Oktober 2022 15:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menyusul penemuan kuburan massal berisi 25 mayat, polisi Malawi menangkap 72 orang pria Ethiopia yang ditemukan bersembunyi di hutan di kota kecil Karonga di dekat perbatasan bagian utara.

Sepuluh warga Malawi juga ditangkap dengan dugaan terlibat dalam sindikat perdagangan dan penyelundupan orang-orang Ethiopia.

Hari Rabu (19/10/2022), sebuah kuburan massal di kawasan hutan lindung di distrik Mzimba, sekitar 300 kilometer arah selatan dari tempat di mana puluhan pria Ethiopia tersebut ditangkap pada hari Kamis.

Sejumlah anak lelaki dari daerah tersebut dikabarkan pergi ke dalam hutan lindung untuk memanen madu ketika mereka mencium bau busuk sebelum menemukan potongan tubuh seperti kepala dan tangan.

Anak-anak itu kemudian melaporkan temuan mereka kepada para tetua desa, yang kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian. Di dalam hutan lindung polisi menemukan kuburan massal tersebut, lansir BBC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada hari Kamis pagi (20/10/2022), sebuah kuburan lain ditemukan tidak jauh dari lokasi kuburan yang ditemukan pada hari Rabu. Empat jasad digali dari kuburan itu.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Malawi Jean Sendeza, yang datang mengunjungi lokasi kuburan massal, mengatakan pihak berwenang berencana melakukan pemeriksaan post-mortem guna mengetahui penyebab kematian.

Penyelundupan dan perdagangan manusia merupakan masalah besar di Malawi, di mana ratusan orang kerap ditangkap dan dideportasi karena memasuki wilayah negara itu secara ilegal dengan bantuan kelompok kejahatan terorganisir.

Pada bulan April, sampai 140 imigran ilegal ditangkap oleh polisi Malawi. Termasuk di antara mereka 133 warga Ethiopia, enam warga Bangladesh dan satu Pakistan. Mereka saat ini masih menunggu proses hukum.

Polisi mengatakan pada hari Kamis sebanyak 72 orang Ethiopia dan 10 orang Malawi ditangkap. Mereka akan diproses hukum dengan berbagai tuduhan berkaitan dengan penyelundupan dan perdagangan manusia serta pelanggaran undang-undang keimigrasian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EthiopiaKuburan MassalMalawipenyelundupanperdagangan manusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya disparitas hukum Mahfud Sebut DPR ‘Ancam’ Jokowi terkait Penerbitan Perppu KPK, Arsul Sani Angkat Bicara
Tulisan selanjutnya Warga Iran Diimbau Tidak Mengunjungi Ukraina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?