Hidayatullah.com– Semua lahan parkir besar di Prancis akan ditutup dengan atap panel surya (solar panel), sebagai bagian dari program energi terbarukan Presiden Emmanuel Macron.
Legislasi yang disetujui oleh Senat Prancis pekan ini tersebut mengharuskan tempat parkir yang sudah ada dan baru dengan kapasitas sedikitnya 80 kendaraan harus dipasangi panel surya di atapnya, lansir BBC Rabu (9/12/2022).
Pemilik lahan parkir berkapasitas antara 80 dan 400 kendaraan diberikan waktu lima tahun untuk mengikuti aturan tersebut, sementara pengelola lahan parkir lebih dari 400 kendaraan diberi waktu hanya tiga tahun. Sedikitnya setengah dari lahan parkir yang lebih luas harus ditutupi dengan panel surya.
Pemerintah Prancis berkeyakinan kebijakan itu dapat menghasilkan listrik hingga 11 gigawatt.
Para politisi awalnya menetapkan aturannya berdasarkan luas lahan lebih dari 2.500 meter persegi, tetapi kemudian lebih memilih kapasitas tampung kendaraan.
Mereka juga sedang menggodok usulan untuk menempatkan panel surya di lahan kosong sepanjang jalan raya dan rel kereta api serta lahan pertanian.
Lahan parkir beratapkan panel surya sebenarnya bukan pemandangan baru di Prancis. Renewables Infrastructure Group, salah satu perusahaan terbesar asal Inggris yang fokus berinvestasi dalam energi terbarukan, sudah membangun panel surya di lahan parkir di Borgo di Corsica.
Negara-negara Eropa – yang selama ini mengandalkan pasokan gas dan minyak Rusia – terpaksa bergegas mencarai dan membangun insfratruktur sumber energi baru menyusul krisis yang disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina.
Pemerintahan Macron tahun belakangan ini menyingkirkan rencana untuk menggalakkan penggunaan energi nuklir. Masalah teknis dan pemeliharaan pembangkit tenaga nuklir Prancis belakangan ini justru menambah masalah, sementara operator nasional EDF terpaksa memotong produksi listrik di musim panas ketika sungai-sungai Prancis suhu airnya menjadi terlalu hangat untuk bisa digunakan pada PLTN.
Belum lama ini Macron mengunjungi lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga angin dan lahan panel surya di dekat pelabuhan Saint-Nazaire di pesisir barat, yang diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.*




