Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

(Video) 50.000 Warga Muslim Uttarakhand India Terancam jadi Gelandangan

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Januari 2023 11:05 11:05 am
Ahmad
Dipublikasikan 5 Januari 2023 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ribuan warga Muslim di Kota Haldwani di Uttarakhand, India memenuhi jalan-jalan dalam upaya menyelamatkan rumah mereka dari penghancuran pihak pemerintah.

Pengadilan Tinggi di Uttarakhand sebelumnya mengeluarkan perintah bahwa sekitar 4.500 rumah di daerah Banbhoolpura di Haldwani yang diklaim telah dibangun di atas tanah milik Indian Railways.

Penduduk di daerah tersebut bersikeras bahwa tanah tersebut bukan milik Indian Railways dan keputusan pengadilan jelas telah mengabaikan hak mereka.

Kasus tersebut kini telah dibawa ke Mahkamah Agung India dan jika keputusan pengadilan tinggi negara bagian ditegakkan, maka lebih dari 50.000 penduduk yang sebagian besar beragama Islam akan terancam kehilangan tempat tinggal alias terancam menjadi gelandangan.

“Saya tinggal di sini selama 30 tahun. Ada beberapa keluarga yang telah memiliki rumahnya di tanah ini selama enam atau tujuh dekade. Kami memiliki surat-surat untuk tanah kami. Kami membayar pajak,” kata Sharafat Khan, penduduk lokalitas di kota Haldwani di Uttarakhand dikutip laman thehindu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ia menambahkan bahwa di antara 4.000 keluarga yang telah mendapatkan pemberitahuan, sekitar 1.000 adalah Hindu sementara 3.000 adalah Muslim.

Haldwani terletak di distrik Nainital merupakan salah satu kota kawasan komersial utama, terletak sekitar 270 kilometer dari New Delhi. Kawasan Banbhoolpura dihuni oleh masyarakat dengan berbagai latar belakang pendapatan.

“Kami memiliki dokumen untuk tanah ini, kami membayar pajak dan tagihan listrik,” kata Aneesur Rahman, 40 tahun.

Kawasan seluas sekitar 4,5 kilometer persegi ini memiliki 15 sekolah swasta dan beberapa sekolah negeri yang menyediakan pendidikan bagi hampir 4.500 anak. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi dengan 10 masjid, 12 madrasah, dan empat pura.

“Selama 63 tahun saya tinggal di sini. Sekarang kami diberitahu bahwa kami tinggal di tanah yang dirambah. Kami berharap mendapat keadilan di Mahkamah Agung,” kata Abdul Mateen Siddiqui, anggota Partai Samajwadi di Uttarakhand.

Cendekiawan India Ashok Swain mengunggah sebuah video di mana terlihat bahwa umat Islam yang terdampak sedang menangisi  keputusan penggusuran yang tidak adil. Mereka berdoa menentang keputusan kejam pemerintah India.

Ashok mengatakan hanya rezim yang brutal dan tidak berperasaan yang dapat berpikir untuk membuat begitu banyak orang kehilangan tempat tinggal di tengah musim dingin!

The Hindu right wing regime is going to demolish houses of 50,000 Muslims in Haldwani, India. Only a brutal and heartless regime can think of making so many people homeless in the middle of the winter! pic.twitter.com/COO7iuw3gl

— Ashok Swain (@ashoswai) January 3, 2023

Ia juga mengunggah video di mana para wanita Muslim mengadakan aksi protes dengan menyalakan lilin, menentang penghancuran rumah mereka. Sehari sebelumnya, ekstremis Hindu telah membagikan trisula di antara ratusan orang di negara bagian Rajasthan, India, tampaknya untuk memprovokasi melawan minoritas (muslim).

https://twitter.com/ashoswai/status/1610263319100723200?

Supremasi Hindu semakin terlibat dalam aktivitas kekerasan terhadap minoritas. Intoleransi terhadap Muslim dan kelompok minoritas lainnya meningkat di India yang dipimpin Narendra Modi dengan memanfaatkan kelompok ekstremis Hindu menggunakan kekerasan, intimidasi, dan pelecehan terhadap minoritas setiap hari di negara tersebut.

Baru-baru ini, sebuah gereja dirusak dan patung Bunda Maria dihancurkan di negara bagian Chhattisgarh. Sebuah klip video yang viral di media sosial memperlihatkan massa yang beringas sedang sibuk membongkar patung Bunda Maria.

Politik Buldoser

Buldoser telah menjadi senjata di tangan pemerintah nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) India untuk menghancurkan rumah dan mata pencaharian komunitas minoritas Muslim.

Tahun 2022, pihak berwenang di Kota Prayagraj (sebelumnya Allahabad) merobohkan rumah aktivis politik Javed Mohammad. Rumah tersebut dituding dibangun secara ilegal namun klaim ini dibantah keluarganya.

Para pengkritik mengatakan alasan sebenarnya di balik pembongkaran tidak ada hubungannya dengan dugaan ilegalitas bangunan. Justru karena pemilik rumah vokal dalam mengkritik pemerintah.

Bahkan pernah ketika berkunjung ke Uttar Pradesh, PM Modi mengatakan: “Ketika buldoser itu menggilas para mafia, menggilas bangunan ilegal, tapi orang yang memeliharanya juga merasakan sakit.”

Setelah pernyataan Modi, buldoser digunakan untuk menghancurkan rumah, toko, dan tempat usaha warga Muslim di negara bagian Madhya Pradesh dan ibu kota India, Delhi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:muslim IndiaMuslim Kota HaldwaniMuslim Uttarakhandpenggusuran Rumah Muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Foto] Penggali Sumur
Tulisan selanjutnya Khutbah Jumat: Pelajaran dari Surat Al-‘Ashr

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?