Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Membantai Ratusan Ribu Muslim, Berdalih Membela Rakyat

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 4 Juni 2011 09:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan panglima militer Serbia-Bosnia Jenderal Ratko Mladic untuk pertama kali hadir di sidang mahkamah kejahatan perang di Den Haag, Belanda, dengan mengatakan tidak akan mengajukan pembelaan terhadap dakwaan sebagai orang yang “tak bermoral” dan “menakutkan”.

Pembantai ratusan ribu kaum Muslim Bosnia itu didakwa menjadi otak pembantaian hampir 8.000 pria dewasa dan bocah laki-laki muslim Bosnia di Srebrenica pada tahun 1995.

Penjagal kaum Muslim itu mengatakan kepada mahkamah bahwa dia melakukan pembantai dengan dalih “membela rakyat dan negara saya”.

Mladic ditangkap di Serbia pekan lalu setelah dicari-cari selama 16 tahun.

Pengacara dan keluarganya menyatakan dia terlalu sakit untuk diadili, tapi tim dokter sejauh ini menyatakan dia sehat untuk dihadirkan di sidang pengadilan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berkas perkaranya memuat dakwaan genosida, penganiayaan, pemusnahan, pembunuhan, pengusiran, tindak-tindakan tidak manusiawi, teror, deportasi dan penyanderaan berkaitan dengan tuduhan bahwa dia berperan dalam rencana untuk mewujudkan ”pembersihan atau pengusiran selamanya” warga muslim dari banyak bagian Bosnia untuk mendirikan ”Serbia Raya”.

Dalam sidang pertama di Mahkamah Internasional untuk bekas Yugoslavia, Jenderal Mladic ditanya apakah dia bisa memahami proses hukum kasusnya dan dia menjawab bisa.

Dia menyebutkan nama dan tanggal lahir, meski tanggal yang dia sebutkan berbeda dengan catatan pengadilan.

Mahkamah menunjuk pengacara Serbia, Aleksandar Aleksic, sebagai pengacara Jenderal Mladic untuk sidang pendahuluan.

Jenderal itu bisa memilih pembela tetap untuk pengadilan kasusnya, atau memilih untuk membela dirinya sendiri di persidangan.

Hakim Alphons Orie menyatakan sidang awal bertujuan untuk mengumumkan daftar dakwaan terhadap Jenderal Mladic dan meminta dia menyatakan sikap atas dakwaan tersebut.

Jika Jenderal Mladic tidak menyatakan sikap dalam 30 hari, hakim akan menyatakan dia mengaku tidak bersalah atas dakwaan.

Pengacara yang mendampingi Mladic sebelum diekstradisi hari Selasa (31/5), Milos Saljic, mengatakan Jenderal Mladic tidak akan menyatakan sikap dalam sidang.

Korban Muslim Bosnia

Dikabarkan lebih 200.000 Muslim Bosnia menjadi korban kekejaman pasukan Kristen Serbia selama upayanya pelenyapan etnis Muslim Bosniaberlangsung. Lebih dari 20.000 Muslimah juga dikabarkan menjadi korban perkosaan yang dilakukan secara sistematis oleh pasukan Serbia.

Mladic juga dipersalahkan atas pembantaian 8.000 lelaki dan remaja Muslim di Srebrenica akibat ketidakmampuan pasukan dari Belanda yang diberi mandat PBB untuk menjaga kamp pengungsi di Srebrenica. Setelah pasukan Serbia berhasil menguasai Srebrenica, mereka mulai memisahkan laki-laki berusia 12-77 tahun hingga terjadi pembantaian terhadap warga Muslim. Selama lima hari, pasukan Serbia dipimpin Jenderal Ratko Mladic dengan bantuan pasukan paramiliter Serbia yang dikenal sebagai pasukan Scorpion, dan dengan leluasa melakukan pembantaian terhadap lelaki dewasa dan anak-anak lelaki Muslim.

Kasus gensida terhadap etnis Muslim Bosnia ini diakui banyak pengamat sebagai kasus pembantai paling kejam dan buruk setelah kasu Nazi oleh pasukan Hitler.*

Foto>>

(Kiri)-Sisa-sisa mayat Muslim Bosnia yang hamil bersama bayi dalam dikandungnya usai penemuan kuburan massal di Suha, Srebrenica, dekat Bratunac. Kepala, jari, dan kaki sang bayi masih terlihat jelas. Temuan menunjukkan, wanita ini dikurung di sebuah rumah kosong kemudian dibakar habis oleh tentara Serbia. Ketika mencoba melarikan diri, ia ditembak dengan peluru diperutnya. Korban kasus genosida di Bosnia terhadap Muslim Bosnia tahun 1995 hanya diakui  puluhan ribu. Namun sumber-sumber akurat lain, korban mencapai 200 ribu Muslim.

(Kanan)–Temuan kuburan massal

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saatnya memahami Islam dan Muslim Amerikaagar membedakan antara agama Islam dan perbuatan sekelompok Muslim
Tulisan selanjutnya “Klub Istri Taat” Hadir Setelah “Poligami”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?