Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ketakutan, Feminis Taslima Nasrin Minta Perlindungan Amerika

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juni 2015 06:50 6:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juni 2015 06:50
Bagikan
Aktivis femini Taslima Nasrin yang hampir saja dilempar saat peluncuran bukunya tahun 2007
Bagikan

Hidayatullah.com–Taslima Nasrin,  seorang penulis feminis,  yang juga pemenang penghargaan Bangladesh dikabarkan melarikan diri dari India ke Amerika Serikat setelah dirinya dinyatakan sebagai sasaran pembunuhan kelompok Al-Qaidah, demikian kata sebuah kelompok HAM.

Center for Inquiry yang bermarkas di Amerika Serikat mengatakan Taslima tiba di AS minggu lalu.

Taslima “secara khusus disebut sebagai sasaran jangka pendek” oleh kelompok yang juga dituduh membunuh tiga penulis blog sekuler tahun ini di Bangladesh.

Baru-baru ini Taslima mengirimkan tweet bahwa dirinya tidak merasa aman di India.

“Diancam kelompok Islamis yang membunuh blogger atheis di B’desh. Khawatir,” demikian cuitnya dikutip BBC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ingin bertemu GOI (pemerintah India) tetapi tidak mendapat janji. Pergi. Akan kembali saat merasa aman.”

Usul Menggannti Isi Al-Quran

Aktivis feminis berumur 52 tahun tersebut terpaksa meninggalkan Bangladesh pada tahun 1994, karena menerima banyak ancaman pembunuhan akibat sejumlah tulisannya.

Tahun 1993, Taslima Nasrin pernah didemo sekitar 7.000 Muslim Bangladesh dan menuntut agar penulis wanita itu digantung. Kelompok radikal Towhidi Jagrata menjatuhkan hukuman mati pada wanita yang juga dikenal sebagai dokter itu.

Sejak 1989, feminis Bangladesh itu rajin menyerukan pikiran-pikiran liberal dari Barat. Dalam sebuah wawancaranya dengan harian The Statesman di India, Nasrin mengusulkan  sebaik-nya isi Al-Quran diubah. Wawancaranya kemudian dimuat Bangladesh Time  di Dhaka.

Secara khusus, pemerintah Bangladesh pernah mengeluarkan perintah untuk menangkapnya. Bahkan ulama Bangladesh, Maulana Azizul Haque, pernah memberi hadiah 50.000 taka bagi siapa saja yang membawa kepala Nasrin kepadanya.

Hampir semua buku-buku karya Nasrin dilarang di Bangladesh. Dalam sebuah peluncuran bukunya tahun 2007, ia hamper saja dilempar benda keras oleh kelompok Muslim dari Majlis Ittihadul Muslimin (MIM)  Bangladesh.

Sebelumnya, ia pernah memperoleh suaka politik dari Pemerintah Swedia. Nasrin sempat tinggal di Eropa dan Amerika Serikat selama sepuluh tahun sebelum India memberikan izin tinggal sementara pada tahun 2004.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-Qaidahal-QuranAmerika Serikatbeliger atheisbloger sekulerfeminisliberalminta perlindungan Amerikapenulis feminisTaslima Nasrin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mari Meraih Husnul Khatimah (3)
Tulisan selanjutnya Luka-luka Muslim Rohingya ini Bicara Fakta Penindasan di Myanmar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?