Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Resmi Longgarkan Kebijakan Satu Anak

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 28 Desember 2015 13:56 1:56 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 28 Desember 2015 13:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mulai 1 Januari 2016, pemerintah China resmi mengizinkan setiap pasangan suami isteri memiliki dua anak. Anggota parlemen meloloskan undang-undang baru ini pada Minggu (27/12/2015) dalam persidangan Komite Kongres Rakyat Nasional, yang mengatur perundangan di negara itu.

“Pemerinth memutuskan bahwa satu pasangan akan diizinkan memiliki dua anak,” demikian bunyi UU Populasi dan Keluarga Berencana yang direvisi, sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah Xinhua.

Keputusan ini secara efektif mengganti sisa-sisa kebijakan satu anak China yang dikecam banyak pihak yang sebenarnya sudah dilonggarkan dalam beberapa tahun belakangan.

Ketika berita terkait rencana mengubah undang-undang ini merebak pada Oktober, Partai Komunis yang berkuasa mengeluarkan pernyataan: “Untuk mendorong pertumbuhan penduduk yang seimbang, China akan terus menerapkan kebijakan pengendalian populasi nasional dasar dan memperbaiki strategi perkembangan populasi.

“China akan menerapkan secara penuh kebijakan ‘satu pasangan, dua anak’ sebagai tanggapan proaktif terhadap masalah populasi yang menua.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seratus Juta Pasangan

Pakar sosiologi dari Universitas Peking Lu Jiehua mengatakan, kebijakan baru ini akan berdampak pada 100 juta pasangan.

China, saat ini memiliki 1,3 miliar penduduk, menerapkan kebijakan satu anak untuk setiap pasangan pada 1970-an dalam upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk.

Ketika propaganda ini tidak berhasil, pejabat pemerintah daerah pun mengambil jalan aborsi, denda besar, dan sterilisasi paksa.

Keputusan mengakhiri pembatasan memiliki anak ini terjadi setelah pertemuan strategi para pejabat senior Partai Komunis selama empat hari awal tahun ini di Beijing. Langkah ini diawali dengan perubahan dalam propaganda. Satu iklan lama yang menggambarkan sepasang orangtua sedang menyayangi anaknya, memperlihatkan iklan baru seorang anak lelaki dengan kesal berbagi mainan dengan adik perempuannya.

CNN melaporkan, kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan bahwa perubahan kebijakan ini “tidak cukup”.

“Pasangan yang memiliki dua anak masih menjadi sasaran mempergunakan alat kontrasepsi dengan paksaan, bahkan dipaksa melakukan aborsi, yang setara dengan penyiksaan,” kata William Nee dari Amnesty International.

“Pemerintah tidak memiliki hak mengatur jumlah anak yang bisa dimiliki rakyat,” katanya.

China mulai melonggarkan kebijakan kontroversial ini pada Januari 2014, dengan mengizinkan pasangan menikah memiliki anak kedua jika ayah atau ibunya merupakan anak tunggal.

Langkah ini dipuji sebagai pelonggaran besar atas larangan yang sudah berlaku selama tiga dekade. Namun data yang dirilis pada Januari 2015 memperlihatkan bahwa jumlah orang yang memanfaatkan kebijakan baru untuk memperbesar keluarga mereka lebih sedikit dari yang diperkirakan.

Media pemerintah saat itu melaporkan bahwa secara nasional, hampir satu juta pasangan yang berhak memanfaatkan peraturan baru mengajukan permintaan untuk memiliki anak kedua.

Sebelumnya, para pejabat kementerian kesehatan mengatakan kebijakan itu akan memicu hingga dua juta kelahiran, dan diperkirakan bahwa 11 juta pasangan berhak memiliki dua anak. Tetapi, sebagian besar warga China menolaknya.

Pemerintah China mengatakan, negara itu bisa menjadi negara dengan jumlah orang tua paling banyak di bumi dalam 15 tahun, yaitu 400 juta orang berusia di atas 60 tahun.

Para peneliti mengatakan, populasi tua ini akan membebani layanan perawatan dan sosial, dan perekonomian terbesar kedua di dunia ini akan kesulitan mempertahankan pertumbuhannya.

“China sudah mulai merasakan krisis dalam hal perubahan populasi,” kata Wang Feng, profesor Universitas Fudan dan pakar demografi terkenal di China.

“Sejarah akan menilik balik pada kebijakan satu anak sebagai kebijakan yang sangat salah yang pernah diambil China di era modern.”

Wang mengatakan, kebijakan satu anak itu tidak efektif dan tidak perlu karena tingkat fertilitas di China memang sudah melamban pada 1980-an.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinakebijakan satu anak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terpilih Jadi Ketua Pemuda Persis, Eka Habibillah Siap Bangun Pemuda Berkualitas
Tulisan selanjutnya Syahidnya Ulama Shalih An Nabulusi dan Invasi Fathimiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?