Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kecam Pembakaran Kedubes, Erdogan: Eksekusi Urusan Dalam Negeri Saudi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Januari 2016 11:57 11:57 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Januari 2016 11:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik keras Iran karena tidak melindungi kantor-kantor misi diplomatik Arab Saudi di Teheran dan Mashhad oleh warga Iran, menyusul eksekusi tokoh Syiah Nimr Al-Nimr, dan menegaskan bahwa hukuman mati itu adalah urusan dalam negeri Saudi.

Hal itu diungkapkan Erdogan hari Rabu (6/1/2015) dalam pertemua rutin dengan kepala-kepala daerah setempat.

Dilansir Today’s Zaman, Erdogan mengatakan 46 orang (Muslim) Sunni dieksekusi Saudi dan hanya satu Syiah yang dieksekusi mati. Sementara Hurriyet dalam laporannya mengutip langsung perkataan Erdogan menyebut “hanya 3 Syiah.” [Kantor berita Arab Saudi SPA melaporkan 47 orang yang dieksekusi pada awal Januari 2016 semua adalah terpidana terorisme dan kebanyakan pengikut Al-Qaidah, SPA menyebutkan nama-nama mereka. Berbagai laporan lain menyebut 3 atau 4 orang adalah Syiah, termasuk Nimr Baqir Al-Nimr].

Baca: Kejahatan Tokoh Syiah Nimr Al- Nimr sehingga Dieksekusi di Arab Saudi

“Arab Saudi mengambil keputusan untuk terus melakukan eksekusi sejak lama dan hal itu diimplementasikan sebagai mana mestinya. Menyetujui atau tidak menyetujui adalah urusan lain. Namun, masalah ini adalah urusan hukum di dalam negeri Arab Saudi,” kata Erdogan, yang menyoroti bahwa Turki sudah menghapus hukuman mati, sedangkan negara lain seperti Saudi, Iran dan Rusia masih memberlakukannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam kesempatan yang sama Erdogan juga mengecam keras Iran, karena gagal melindungi kantor misi diplomatik Arab Saudi di ibukota Teheran dan Mashhad. Erdogan menegaskan bahwa kegagalan semacam itu tidak dapat diterima, dan dia mempertanyaan apakah Iran sudah mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mendukung kantor-kantor misi diplomatik Saudi.

Sebelumnya pada hari Selasa (5/1/2016) Perdana Menteri Ahmet Davutoglu menyeru agar Arab Saudi dan Iran meredakan ketegangan di antara mereka melalui jalur diplomasi. “Turki siap untuk menawarkan bantuan konstruktif yang kami bisa untuk memecahkan masalah,” kata Davutoglu dalam rapat dengan anggota-anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).

Dalam pernyataan resmi perdana pemerintah Turki mengomentari ketegangan Saudi-Iran menyusul eksekusi Nimr Al-Nimr, juru bicara pemerintah Ankara yang juga Wakil PM Numan Kurtulmus mengatakan bahwa Turki menentang semua bentuk hukuman mati, khususnya yang bermotif politik. Kurtulmus juga mengatakan bahwa Saudi dan Iran adalah teman Turki dan meminta keduanya agar tidak bertikai.

Hukuman mati telah dihapuskan di Turki pada Juli 2004, satu tahun setelah Erdogan pertama kali menjabat sebagai perdana menteri. Hukuman mati itu dihapuskan oleh pemerintah Ankara pimpinan PM Erdogan guna menyesuaikan dengan syarat-syarat yang ditetapkan agar Turki bisa diterima sebagai anggota Uni Eropa.

Berbeda dengan sejumlah negara Teluk dan Afrika yang memutuskan atau menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Iran, dalam rangka mendukung sikap Arab Saudi, pemerintah Ankara tidak mengambil langkah yang sama.

Baca juga: Kecam Eksekusi Tokoh Syiah, Turki: Saudi dan Iran Teman Kami

Mesir: Kami Putus Hubungan dengan Iran Sejak 27 Tahun Silam

Dukung Saudi, Qatar Ikuti Negara Arab Tarik Dubes dari Iran

Iran dan Turki memiliki hubungan dagang yang erat. Setelah sebagian sanksi ekonomi dicabut atas Iran –menyusul kesepakatan nuklir Teheran dengan sejumlah negara adidaya, DK-PBB dan Uni Eropa tahun 2015, Turki adalah salah satu negara tetangga yang paling diuntungkan dengan pencabutan sanksi itu. Menurut data Energy Information Adminstration (EIA), lembaga pemerintah Amerika Serikat pemantau masalah-masalah keenergian dunia, pada tahun 2014 sebanyak 26 persen kebutuhan minyak mentah campuran Turki disuplai oleh Iran, 27 persen dipasok oleh Iraq yang merupakan sekutu Iran dan 3 persen dari Rusia. Hanya 10 persen kebutuhan minyak Turki tahun 2014 yang dipasok dari Arab Saudi. Sedangkan kebutuhan gas alam Turki tahun 2013 sebanyak 57 persen dipasok dari Rusia dan 20 persen dari Iran.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vatikan Kecam Sampul Baru Media Satir Charlie Hebdo
Tulisan selanjutnya Berpikir Positif dan Cara Islami Menyikapi Kegagalan [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?