Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Alasan Radikalisasi, Tajikistan Larang Jenggot

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Januari 2016 07:48 7:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Januari 2016 07:48
Bagikan
Muslim Tajikistan: Korban deradikalisasi
Bagikan

Hidayatullah.com–Djovid Akramov mengatakan bahwa ia dicegat oleh kepolisian Tajik di luar rumahnya, juga dengan putranya yang berumur 7 tahun, pada bulan lalu – dan dibawa ke stasiun polisi di Dushanbe di mana ia dipaksa untuk bercukur.

“Mereka menyebut saya seorang Salafi, seorang radikal, musuh masyarakat. Lalu dua orang kemudian menggamit lengan saya sedang yang lainnya mencukur hingga separuh jenggot saya,” demikian ujarnya dikutip BBC, Kamis (21/01/2016)

Ia menjadi salah satu ratusan dari ribuan pria di Tajikistan yang ditangkap dalam beberapa tahun terakhir karena berjenggot.

Mencukur jenggot menjadi bagian dari kampanye pemerintah yang menarget “tren” yang dianggap “asing dan tidak konsisten dengan budaya Tajik”.

Sepekan sebelumnya, polisi di daerah Khatlon, Tajikistan mengatakan bahwa mereka telah mencukur jenggot para pria setidaknya sebanyak 13.000 orang sebagai bagian dari kampanye “anti radikalisasi”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

BBC juga berbicara kepada 9 pria lainnya yang menceritakan pengalaman serupa – ditahan di jalan dan dibawa paksa ke kantor polisi atau ke tukang cukur, untuk dicukur di sana.

Kampanye pemerintah ini dimaksudkan untuk keperluan melawan radikalisasi, di tengah kekhawatiran Asia Tengah akan mengikuti negara-negara seperti Afganistan, Iraq, dan Suriah.

Gerakan melawan jenggot dilihat sebagai bagian dari kampanye pemerintah yang lebih luas untuk melawan penerapan adopsi budaya Islam di masyarakat Tajik, dan untuk melestarikan kebudayaan sekuler.

Menurut data resmi, 99% populasi Tajik adalah Muslim. Meski demikian, ateisme secara resmi didukung selama 70 tahun di bawah aturan Soviet.

“Jangan berpakaian hitam”

Kampanye melawan penerapan syariat Islam juga berdampak kepada muslimah di sana. Ada larangan resmi untuk mengenakan hijab baik di sekolah maupun di universitas – namun pada prakteknya, pelarangan tersebut dipaksakan ke semua institusi.

Polisi mengatakan bahwa sepanjang tahun lalu, mereka telah menutup 160 toko yang menjual hijab, dan menganjurkan 1.773 wanita untuk berhenti memakai hijab.

Presiden Emomali Rakhmon juga telah memperingatkan penduduk Tajik: “Jangan menyembah nilai-nilai (kebaikan) asing, jangan ikuti kebudayaan asing. Pakailah pakaian dengan warna-warna (yang sesuai dengan) tradisi dan berhentilah, bukan (dengan warna) hitam,” katanya.

Dan bahkan pihak berwenang baru-baru saja memanggil para orang tua untuk memberi anak-anaknya nama-nama tradisional khas Tajik, ketimbang memberi nama mereka dengan nama berbahasa Arab atau bahasa asing lainnya.

Belum jelas apakah kebijakan ini akan memberi dampak dalam pencegahan radikalisme di sana.

Djovid Akramov mengatakan ia tidak akan lupa atas penghinaan yang ia rasakan ketika dipaksa mencukur jenggotnya di stasiun polisi.

“Yang paling buruk itu kebebasan para polisi dari hukuman, yang menikmati kesempatan untuk mem-bully orang lain,” katanya.

Hal semacam inilah yang justru mendorong orang-orang menjadi radikal, pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamjenggotSalafisekulerTajikTajikistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelab Malam di Freiburg Melarang Masuk Imigran
Tulisan selanjutnya Rumah-Rumah yang Seperti Kuburan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?