Hidayatullah.com—Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara resmi menyatakan gerakan sosial keagamaan yang dipimpin oleh tokoh Muslim Turki Fethullah Gulen sebagai kelompok teroris dan dia mengatakan akan memburu anggota-anggotanya yang dtudingnya berusaha menggulingkan pemerintah.
Dengan penetapan tersebut berarti gerakan Hizmet yang diprakarsai Gulen, pemikir Muslim yang kini bermukim di Amerika Serikat, setara dengan militan-militan Kurdi yang sekarang melancarkan serangan bersenjata di bagian tenggara Turki.
Erdogan dengan keputusannya itu bisa meminta Gulen agar diekstradisi dari Amerika ke Turki.
“Kami tidak akan membiarkan mereka yang berusaha memecah belah bangsa lepas begitu saja di negara ini,” kata Erdogan diiringi sorak-sorai dan lambaian bendera para pendukungnya di Izmir, lapor Reuters Selasa (31/5/2016). Hari Senin (30/5/2016) Erdogan berkunjung ke kota pesisir itu untuk meninjau latihan militer.
“Mereka akan diadili. Sebagian melarikan diri dan sebagian ada di penjara dan sekarang sedang disidang. Proses ini akan berlanjut,” ujar Erdogan.
Erdogan, yang belum lama ditinggal oleh sekutu dekat politiknya Perdana Menteri Ahmet Davutoglu yang menolak memegang jabatan apapun baik di pemerintahan Erdogan maupun partai AKP, mengatakan kabinet telah menyetujui penetapan para pengikut Gulen sebagai “kelompok teror Gulenis”.
Fethullah Gulen dulu adalah kawan politik Erdogan yang ikut membangun dan membesarkan partai Islam AKP, yang didirikan oleh mantan Presiden Turki Abdullah Gul dan Erdogan. Pengikut Gulen, yang aktivitas ekonomi dan sosialnya lebih dulu dikenal dan akrab dan meluas seantero Turki dan banyak negara, ikut mempopulerkan AKP.
Hubungan Erdogan dengan Gulen menjadi pahit setelah aparat berwenang pada 2013 memeriksa kasus-kasus korupsi yang melibatkan orang-orang dekat Erdogan, termasuk putranya Bilal Erdogan. Para pengikut Gulen dituding sebagai pihak yang mengarang tuduhan korupsi itu dengan tujuan menggulingkan pemerintahan yang dikuasai AKP.
Setelah itu, perusahaan-perusahaan, media cetak, elektronik dan internet, serta sekolah-sekolah yang didirikan dan dikelola oleh pengikut Gulen satu-persatu diambil alih oleh pemerintah.
Baca juga, Ditangkap karena Pornografi Anak Profesor Teologi Ini Salahkan Pendukung Gulen*