Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dua Muslimah di Paris Diusir dari Restoran Karena Berjilbab

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2016 12:06 12:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Agustus 2016 12:06
Bagikan
Muslimah Paris di tengah ancaman islamophobia
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah video menunjukkan seorang pemilik restoran di kawasan pinggiran Paris tampak menolak untuk melayani dua perempuan Muslim, menimbulkan kemarahan di Paris dan memicu seruan protes, demikian kutip BBC, Senin (29/08/2016).

Dalam video, yang menyebar di media sosial, pria itu menyatakan kepada perempuan yang menggunakan hijab,” Teroris adalah Muslim dan seluruh Muslim adalah teroris.”

Insiden terjadi di restoran Le Cenacle di Tremblay-en-France pada Sabtu (27/08/2016) malam.  Kedua wanita itu menangis mendengar ucapan kasar manajer Restoran Le Cenacle di Tremblay-en-France, Prancis.

Manajer restoran itu langsung menemui mereka. ”Saya tidak ingin orang-orang seperti Anda di tempat saya, saya akan membuat hal yang jelas,” kata manajer restoran itu, seperti dalam rekaman video.

Kedua wanita itu mencoba tenang saat merespons sikap manajer restoran.”Kami tidak ingin dilayani oleh (orang) rasis,” jawab salah satu dari mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Manajer restoran itu membalas repons kedua wanita berjilbab tersebut.”Rasis seperti saya tidak membunuh orang-orang baik. Rasis seperti saya,” katanya.

”Karena kami telah menempatkan bom, Pak?,” jawab salah satu dari wanita itu, yang dikutip dari IB Times, Senin (29/8/2016).

”Nyonya, teroris adalah Muslim, dan semua Muslim adalah teroris. Analisa kata-kata saya, Anda akan melihat bahwa itu benar,” balas manajer restoran.

Manajer itu menyinggung pembunuhan pastor Prancis, Jacques Hamel oleh pendukung ISIS, Adel Kermiche dan Abdel-Malik Petitjean, di sebuah gereja di Saint-Etienne-du-Rouvray. ”Mereka membunuh seorang pastor baru-baru ini, oke?,” lanjut manajer restoran.

“Saya tinggal di sebuah negara sekuler dan ini adalah pendapat saya,” sambung manajer restoran tersebut. Dengan mengeraskan suaranya, dia berteriak lagi; ”Sepertinya Anda tidak mengerti. Sekarang keluar!”

Para wanita berdiri dan meninggalkan restoran dengan menangis.

Namun, manajer restoran, yang namanya belum diketahui, seperti dilaporkan Mirror Online, telah meminta maaf atas tindakannya. Dia mengaku menyesali perkelahian verbal dengan para wanita.

Kepada koran L’Express, kantor polisi setempat menyebutkan bahwa polisi telah datang ke restoran itu, tetapi tidak mengkonfirmasi apakah menerima pengaduan dalam kasus itu.

Pada Jumat lalu, sebuah pengadilan telah menangguhkan larangan burkini di Prancis yang mengundang kontroversi, karena melanggar kebebasan sipil, tetapi sejumlah otoritas lokal menyatakan akan tetap memberlakukannya.

Organisasi anti-Islamofobia di Prancis, CCIF, menyatakan pimpinannya berbicara di depan masjid setempat pada Minggu malam waktu setempat, mengenai insiden yang disebut mengarah pada tindakan mempermalukan dua orang perempuan muda Muslim.

CCIF, yang menyatakan dukungannya terhadap dua perempuan muda Muslim itu, namun meminta agar tidak dilakukan protes di depan restoran.

Meski demikian pemberitaan menyebutkan pada Ahad sore ‘ketegangan’ sempat terjadi di depan restoran antara pria pemilik retsoran dan kelompok yang terdiri dari anak-anak muda.

Hari Ahad, pria tersebut meminta maaf kepada sebuah kelompok yang berkumpul di luar restoran itu.

Dia mengatakan bahwa dia ‘tidak dapat mengendalikan’ ucapannya karena meningkatnya ketegangan akibat masalah penggunaan burkini di pantai Prancis, tetapi juga karena temannya termasuk yang tewas dalam serangan di tempat konser di Bataclan, pada November lalu, seperti diberitakan Koran Le Parisien.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti IslamBurkiniislamophobiaMuslim Prancisrasisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polri Mengaku Terus Perangi Situs Penyebar Radikalisme
Tulisan selanjutnya Mengapa Kita (Bisa) Dijajah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?