Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lebih dari 80 NGO Menuntut Rusia Didepak dari Kursi Dewan HAM PBB

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2016 07:08 7:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Oktober 2016 07:08
Bagikan
Pertemuan di markas besar UN Human Rights Council di Jenewa, Swiss.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sejumlah organisasi bantuan dan pembela HAM telah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa agar mendepak Rusia dari kursi Dewan HAM PBB (UNHRC).

Lebih dari 80 organisasi non-pemerintah (NGO) tingkat internasional telah menandatangani tuntutan itu, termasuk Human Rights Watch, CARE dan International and Refugees International, lapor kantor berita AFP Senin (24/10/2016).

Tindakan tersebut dipicu oleh keterlibatan Rusia dalam peperangan di Suriah melawan kelompok-kelompok penentang rezim Bashar Al-Assad.

Dalam tuntutan itu mereka meminta anggota-anggota PBB mengkaji secara serius apakah peran Rusia di Suriah termasuk melakukan serangan militer dengan target warga sipil dan anak-anak –seperti yang kerap dilakukan pasukan pendukung Assad.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tuntutan itu diajukan menjelang pemilihan di markas PBB di New York hari Jumat mendatang guna memilih negara mana saja yang akan mengisi 14 kursi di Dewan HAM PBB. Rusia, Hungaria dan Kroasia akan memperebutkan 2 kursi wakil kawasan Eropa Timur.

Saat ini Rusia menjadi anggota UNHRC dan masanya akan habis tahun ini.

Pekan lalu, Inggris serta sekutu-sekutu Barat dan Arab-nya mengajukan resolusi ke UNHRC berisi tuntutan agar dilakukan kajian menyeluruh seputar dugaan pelanggaran HAM di kota Aleppo, Suriah. Lewat pemungutan suara, UNHRC akhirnya memutuskan akan memulai penyelidikan khusus independen terkait situasi di kota yang hancur lebur akibat perang itu.

Pertempuran telah membelah kota Aleppo menjadi dua bagian, di mana distrik sebelah barat sekarang dikuasai rezim Damaskus, sementara bagian timur dikuasai kelompok-kelompok pasukan oposisi dan Front Al-Nusra.

Rusia membantu pasukan rezim Suriah dalam memerangi kelompok Al-Nusra di bagian timur Aleppo. Namun, negara-negara Barat menuding Moskow dan Damaskus sebagai penyebab timbulnya banyak korban sipil di daerah itu.

PBB dalam situs UN News Centre hari Jumat (21/10/2016) menggambarkan pengeboman di bagian timur Aleppo telah menghancurleburkan kota itu dan kejahatan perang yang dilakukan di kota itu mencapai proporsi historik, terparah dalam sejarah.

“Kota kuno Aleppo, tempat peradaban dan keindahan selama ribuan tahun, sekarang menjadi sebuah rumah jagal,” kata Zeid Ra’ad, komisioner tinggi untuk UNHRC di hadapan perwakilan 47 negara anggota UNHRC yang akan membuat rancangan resolusi terkait masalah itu dalam pertemuan di Jenewa, Swiss, pekan lalu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beredar Foto Ignatius Jonan Temui Paus dan Diberkati Sebelum Dilantik jadi Menteri ESDM
Tulisan selanjutnya Status Ahok Belum Diputuskan, Pemuda Muhammadiyah Berharap Polisi Profesional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?