Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB Tepis Laporan Temuan Komisi Penyelidikan versi Myanmar Soal Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Januari 2017 22:05 10:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Januari 2017 22:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyangkal hasil penyelidikan sementara pemerintah Myanmar yang mengklaim tidak terjadi kelaparan dan kekurangan gizi di Rakhine ketika operasi militer Myanmar dilakukan.

PBB dalam hasil penilaian yang tidak dipublikasikan menggambarkan apa yang terjadi bertentangan sekali dengan apa yang dituntut oleh Komisi Penyelidikan yang didirikan oleh pemerintah Myanmar.

Komisi itu pada Ahad lalu mengklaim tidak terjadi kasus kelaparan di Rakhine karena daerah yang diduduki sesuai untuk kegiatan menangkap ikan dan bercocok tanam.

Penilaian PBB itu didasarkan laporan tertanggal 29 Desember 2016 Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), yang sebagian adalah berdasarkan temuan di Kota Maungdaw dan Buthidaung, lokasi yang hanya dapat diakses relawan kemanusiaan.

PBB Segera Lakukan Penyeledikian Kekerasan Aparat Myanmar terhadap Etnis Muslim Rohingya

Informasi yang diperbarui bersumberkan badan pengungsi PBB, Komisi Tinggi PBB Untuk Pengungsi (UNCHR) dan World Food Programme (WFP).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Katanya, hanya sekitar 5.000 orang yang dapat mengakses program makanan lembaga itu pada minggu sebelumnya.

“Meskipun jumlah kehadirannya rendah, jumlah pasien yang mengalami masalah kekurangan zat makanan cukup tinggi dibandingkan konsumsi sebelum 9 Oktober,” kata laporan penilaian itu.

“Sumber utama makanan kebanyakan rumah tangga yaitu 94 persen di utara dan 71 persen di selatan adalah yang disedekahkan,” kata laporan WFP.

Kebanyakan daerah yang diduduki penduduk muslim Rohingya tidak dapat dimasuki oleh wartawan dan pekerja bantuan sejak terjadinya peristiwa serangan di pos kontrol polisi pada 9 Oktober lalu. Ada banyak laporan yang menyatakan terjadi penganiayaan, pembunuhan dan kejahatan perkosaan terhadap penduduk sipil ketika operasi militer dilakukan.

PBB dan kelompok hak asasi manusia sebelum ini berulang kali meminta investigasi independen diadakan tetapi Myanmar bertindak mendirikan komisi sendiri.

WFP menambahkan, survei yang dilakukan menunjukan meskipun pasar-pasar di wilayah selatan Maungdaw beroperasi seperti biasa tetapi perbekalannya kurang dan harganya juga melonjak hingga 21 persen meskipun baru setelah ditunai dan pasar-pasar itu hanya dapat diakses oleh penduduk-penduduk yang terdekat saja karena aspek keamanan.

Sementara itu, pemerintah Myanmar yang tidak terkesan dengan laporan penilaian PBB meminta agar bukti diberikan untuk mendukungnya.

Juru bicara Kantor Presiden Myanmar, Zaw Htay, mengatakan, Kementerian Kesehatan membutuhkan waktu untuk melakukan tinjauan berhubungan kekurangan zat makanan sebagaimana deisebutkan badan dunia tersebut.

Sekjen OKI Puji Peran Malaysia dalam Kasus Rohingya

Dalam perkembangan terpisah, militer Myanmar diduga memukul seorang Rohingya hingga mati dan hampir 300 penduduk di Rakhine mendapat siksaan pihak pasukan keamanan Myanmar.

Korban yang tewas dikenal sebagai Ibadullah (60), setelah tentara menyerbu beberapa desa di utara Kota Buthidaung dan membuat sekitar 300 penduduk sebagai tahanan sebelum memukul mereka.

Desember lalu, Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan lembaganya menerima laporan setiap hari mengenai dugaan pemerkosaan, pembunuhan dan pelanggaran-pelanggaran lain yang dialami oleh kelompok minoritas Rohingya di Myanmar.

Komisioner Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Zeid Ra’ad al Hussein, mengatakan pendekatan yang ditempuh pemerintah Myanmar kontraproduktif dan bahkan tidak peka.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:etnis Rohingyaminoritas Islam RohingyaMuslim Myanmarorganisasi OKIPeran Malaysia dalam Kasus RohingyaSekjen OKISekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama IslamYousef Ahmad Al-Othaimeen
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ada Gerakan Adu Domba, Intelijen Dinilai Salah Kaprah Awasi Tokoh Nasionalis dan Ulama
Tulisan selanjutnya Wakil Ketua Komisi VIII: Fatwa MUI Menjaga Persatuan dan Kebhinekaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?