Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bantu Pelarian Edward Snowden, Pengungsi Sri Lanka di Hong Kong Diburu

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Februari 2017 09:50 9:50 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Februari 2017 09:50
Bagikan
Ajith (kiri) dan Supun, dua pengungsi Sri Lanka yang memberikan bantuan kepada Edward Snowden di Hong Kong.
Bagikan

Hidayatullah.com—Orang Sri Lanka pencari suaka di Hong Kong takut menjadi target buruan aparat kepolisian, karena pernah memberikan bantuan untuk Edward Snowden dalam pelariannya di kota itu.

Aparat dari Sri Lanka diyakini sudah tiba di Hong Kong untuk mencari mereka, kata pengacaranya.

Kepolisian Sri Lanka membantah tuduhan itu, lapor BBC Kamis (23/2/2017).

Aparat hukum dari China daratan atau negara lain tidak punya yuridiksi di Hong Kong.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pengacara yang mewakili mereka, Robert Tibbo, mengatakan petugas dari Bareskrim Kepolisian Sri Lanka mengunjungi Hong Kong pada bulan Desember untuk mencari kliennya.

“Kami mengetahui polisi Sri Lanka mengambil langkah aktif untuk menemukan klien-klien kami,” kata Tibbo. “Mereka mengidentifikasi dirinya sebagai anggota komunitas orang Sri Lanka di Hongkong. Mereka membawa foto-foto dan file-file.”

Juru bicara Kepolisian Sri Lanka Priyatna Jayakodi mengatakan tuduhan itu “sama sekali dusta.”

“Kami tidak melakukan penyelidikan apapun di Hong Kong atau negara lain dalam kasus pengungsi apapun,” kata Jayakodi kepada BBC Sinhala.

Akan tetapi, Tibbo mengatakan pihaknya memiliki bukti dari orang-orang Sri Lanka yang tinggal di Hong Kong yang didekati di jalanan oleh orang yang membawa identitas resmi pada akhir Desember lalu.

Klien-kliennya memberi makan dan penginapan untuk Edward Snowden selama dua pekan pada Juni 2013, ketika dia melarikan diri dari Amerika Serikat setelah membocorkan ribuan dokumen milik US National Security Agency (NSA). Mantan pekerja kontrak bidang teknologi informasi itu akhirnya pergi meninggalkan Hong Kong dan pergi ke Rusia.

Nama-nama pengungsi itu, Kellapatha Supun Thilina dan Debagma Kankanalamage Ajith Pushpa Kumara, diungkap tahun lalu oleh Tibbo menjelang penayangan perdana film Snowden garapan sutradara Oliver Stone.

Tibbo mengatakan akan sulit untuk tetap merahasiakan identitas mereka setelah film itu dirilis.

Tibbo berkeyakinan pemerintah Sri Lanka mulai melakukan penyelidikan terhadap para pencari suaka tidak lama setelahnya.

Para pencari suaka tersebut sejak itu dipindahkan ke lokasi yang lebih “aman” dan telah memberitahukan departemen keimigrasian Hong Kong.

Mereka juga berencana untuk memasukkan laporan ke Kepolisian Hongkong.

“Saya tegang dan takut. Saya tidak punya kehidupan normal sekarang,” kata Thilina, yang tiba di Hong Kong tahun 2005.

Temannya, Kumara, seorang tentara yang disersi dan menjadi pengawal Snowden pada 2013, juga khawatir dengan keselamatannya.

Mereka takut akan dipaksa kembali ke Sri Lanka, negara asalnya di mana kemungkinan mereka akan mengalami tindak kekerasan dan penyiksaan.

Selain menjadi pengacara untuk Thilina dan Kumara, Tibbo adalah advokat untuk Snowden dan Vanessa Rodel, seorang pencari suaka asal Filipina yang juga memberikan tempat berteduh sementara untuk Snowden di Hong Kong.

Hong Kong saat ini menampung sekitar 100.000 pencari suaka, kebanyakan asal negara Asia Selatan dan Afrika.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Satu-satunya, LSP LPPOM MUI Peroleh Sertifikat Lisensi BNSP
Tulisan selanjutnya MASIKA-ICMI : Rezim Penguasa Kentara Mengistimewakan Ahok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?